Kamis, 16 April 2026

Sustainability-Linked Bond POLI Oversubscribe Hampir 2 Kali, Dorong Ekspansi Instrumen ESG di BEI

Pollux Hotels Group Tbk resmi mencatatkan Obligasi Terkait Keberlanjutan (Sustainability-Linked Bond/SLB) I Tahun 2025 senilai Rp500 miliar di BEI.

|
(Ho/Campus League)/dok.
OBLIGASI KEBERLANJUTAN - Presiden Direktur Pollux Hotels Group, Handojo K Setyadi. Pollux Hotels Group Tbk (POLI) resmi mencatatkan Obligasi Terkait Keberlanjutan (Sustainability-Linked Bond/SLB) I Tahun 2025 senilai Rp500 miliar di Bursa Efek Indonesia (BEI).  

Ringkasan Berita:
  • POLI mencatatkan Sustainability-Linked Bond I senilai Rp500 miliar di BEI dan menjadi emiten hospitality pertama yang masuk pasar obligasi keberlanjutan.
  • Penerbitan SLB oversubscribe hampir dua kali lipat, mayoritas investor memilih tenor lima tahun.
  • Dana digunakan untuk program keberlanjutan dan refinancing fasilitas kredit.

 

TRIBUNNEWS.COM - Pollux Hotels Group Tbk (POLI) resmi mencatatkan Obligasi Terkait Keberlanjutan (Sustainability-Linked Bond/SLB) I Tahun 2025 senilai Rp500 miliar di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Penerbitan ini menempatkan POLI sebagai pengembang hospitality pertama di Indonesia yang memasuki pasar obligasi berbasis keberlanjutan, sekaligus memperluas instrumen pendanaan ESG di pasar modal domestik.

Presiden Direktur POLI, Handojo K. Setyadi, menyatakan SLB tersebut merupakan langkah strategis untuk mengakses sumber pembiayaan berbiaya kompetitif dengan penjaminan penuh dari Credit Guarantee and Investment Facility (CGIF), trust fund di bawah Asian Development Bank.

"Selain memperkuat struktur permodalan, instrumen ini dirancang untuk mengakselerasi penguatan praktik ESG perusahaan," katanya, Jumat (12/12/2025).

Obligasi diterbitkan dalam dua tenor—tiga tahun dengan kupon 5,85 persen dan lima tahun dengan kupon 6,25 persen—serta memperoleh peringkat tertinggi dari Pefindo.

Oversubscribe Hampir Dua Kali

Director of Social and Environmental Compliance POLI, Jo Diana Po, menyampaikan bahwa pasar mencatat minat tinggi terhadap SLB perdana ini dengan permintaan hampir dua kali lipat dari target emisi.

Mayoritas investor memilih tenor lima tahun, mencerminkan keyakinan pasar terhadap konsistensi penerapan standar ESG di Indonesia.

Menurut Jo Diana, kebutuhan pasar atas instrumen berbasis keberlanjutan meningkat tajam, terlebih setelah berbagai insiden lingkungan skala besar yang memperkuat urgensi implementasi ESG lintas sektor.

Dana hasil penerbitan akan digunakan untuk program keberlanjutan POLI, termasuk pengurangan emisi karbon, optimalisasi pengelolaan air limbah, dan peningkatan efisiensi energi.

Baca juga: ENRG Terbitkan Obligasi Berkelanjutan I, Target Himpun Rp4 Triliun

Sebagian dana juga dialokasikan untuk refinancing fasilitas kredit eksisting.

CGIF melalui Investment Specialist, Boniaga Mangin, menyatakan dukungan penuh lembaganya mencakup seluruh pembayaran pokok dan bunga obligasi. Ia menilai keberhasilan POLI dapat mempercepat adopsi instrumen SLB di kalangan emiten lain.

Instrumen Bersejarah bagi Pasar Obligasi Indonesia

Korea Investment and Securities Indonesia (KISI), sebagai lead underwriter, menyampaikan bahwa proses penyusunan framework SLB memakan waktu sekitar satu tahun, termasuk pemenuhan standar POJK 18.

Framework tersebut memprioritaskan penurunan emisi karbon melalui pemasangan solar panel dan efisiensi operasional.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved