Selasa, 21 April 2026

Jepang Bekukan Permohonan Visa untuk Pekerja Asing di Industri Restoran

Pemerintah Jepang menghentikan penerimaan permohonan visa untuk pekerja restoran asing di bawah program pekerja terampil khusus.

Editor: Choirul Arifin
HO/IST/The Japan Times/JIJI
PEKERJA ASING DI RESTORAN JEPANG - Pemerintah Jepang menghentikan penerimaan permohonan visa untuk pekerja restoran asing di bawah program pekerja terampil khusus karena hampir mencapai kapasitas maksimal. Sampai akhir Februari 2026, terdapat sekitar 46.000 pekerja terampil khusus asing di industri jasa makanan 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Jepang menghentikan penerimaan permohonan visa untuk pekerja restoran asing di bawah program pekerja terampil khusus karena hampir mencapai kapasitas maksimal.
  • Sampai akhir Februari 2026, terdapat sekitar 46.000 pekerja terampil khusus asing di industri jasa makanan dan jumlah diperkirakan akan terus meningkat hingga 50.000 pekerja per Mei 2026.
  • Visa baru tidak akan dikeluarkan untuk permohonan visa yang diterima setelah hari Senin, 13 April 2026.

 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Jepang menghentikan penerimaan permohonan visa untuk pekerja restoran asing di bawah program pekerja terampil khusus karena jumlah pekerja yang diizinkan bekerja di sektor restoran hampir mencapai kapasitas maksimal.

Sampai akhir Februari 2026, terdapat sekitar 46.000 pekerja terampil khusus asing di industri jasa makanan, menurut Badan Layanan Imigrasi.

Badan tersebut mengatakan, dengan laju pertumbuhan pekerja asing sebanyak ini, mereka mengumumkan  akan menghentikan penerimaan permohonan baru.

Jumlah pekerja asing di industri restoran di Jepang diperkirakan akan mencapai 50.000 — yang ditetapkan sebagai kapasitas serapan pekerja asing untuk sektor restoran selama periode lima tahun yang dimulai pada April 2024 sampai Mei 2026.

Visa tidak akan dikeluarkan untuk permohonan yang diterima setelah hari Senin, 13 April 2026.

Bagi mereka yang telah mengajukan permohonan sebelum itu, sertifikat akan dikeluarkan sesuai urutan selama kuota tidak terlampaui. Penundaan pemrosesan yang signifikan diperkirakan akan terjadi.

Pembekuan mendadak ini telah membuat banyak pekerja asing, serta restoran yang ingin mempekerjakan, menjadi panik.

Seorang juru bicara Skylark Holdings, perusahaan pengelola jaringan restoran besar seperti Gusto. mengatakan kepada The Japan Times bahwa ada 32 pekerja mahasiswa paruh waktu asing yang dijadwalkan untuk mengikuti ujian program pekerja terampil tertentu pada bulan Juni ini.

Mereka akan beralih ke pekerjaan penuh waktu sehingga mereka dapat tinggal di Jepang setelah lulus. Namun, rencana tersebut harus dibatalkan.

Baca juga: Jepang Perketat Visa Kerja “Gijinkoku”, Wajibkan Bukti Kemampuan Bahasa Jepang N2

Perusahaan tersebut telah menawarkan pelatihan dan dukungan kepada semua karyawan paruh waktu asingnya untuk membantu mereka mendapatkan visa lain dan mengembangkan karier mereka di Jepang.

Namun semua program ini harus ditangguhkan untuk sementara waktu,. Saat ini, perusahaan tersebut memiliki sekitar 270 orang yang bekerja di bawah program pekerja terampil khusus.

Juru bicara Skylark mengatakan banyak karyawan asing perusahaan tersebut khawatir dengan pembaruan terbaru ini, dan sebagai perusahaan yang telah "bekerja sama erat dengan pekerja asing" dan sangat menekankan pada pengembangan karier mereka, perusahaan berharap batasan di sektor restoran akan dinaikkan.

Baca juga: Jepang Batasi Penggunaan Power Bank di Penerbangan Mulai 24 April

Jepang memperkenalkan program pekerja terampil khusus pada tahun fiskal 2019 sebagai solusi untuk kekurangan tenaga kerja domestik yang parah di negara tersebut dan berupaya menerima pekerja asing dengan keahlian di 16 industri tertentu, termasuk keperawatan dan konstruksi.

Pemegang visa tipe-1 — yang merupakan mayoritas — diizinkan untuk tinggal di negara tersebut selama lima tahun berdasarkan sertifikasi tersebut.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved