Minggu, 10 Mei 2026

AI Bukan Segalanya, Sentuhan Manusia Tetap Dibutuhkan di Dunia Bisnis dan Pemasaran

Praktisi industri sepakat, teknologi AI saat ini memainkan peran krusial dalam mendorong keunggulan operasional di segala sektor industri.

Tayang:
(Ho/Campus League)
HUMAN IN THE LOOP - Sesi diskusi mengupas peran teknologi kecerdasan buatan (AI) di dunia bisnis modern yang diselenggarakan TP Indonesia di Jakarta. 
Ringkasan Berita:
  • Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau AI di dunia bisnis dan pemasaran makin meluas namun kendali oleh manusia tetap dibutuhkan agar memiliki nilai empatif.
  • Praktisi industri sepakat, teknologi AI saat ini memainkan peran krusial dalam mendorong keunggulan operasional di segala sektor industri, namun tetap membutuhkan tanggung jawab tanpa menghilangkan unsur humanisnya.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau AI di dunia bisnis makin meluas. Di dunia pemasaran, AI dimaksimalkan untuk mempelajari perilaku konsumen, membaca preferensi konsumen terhadap pilihan produk hingga merespon komplain yang terjadi.

Namun AI tetap bukan segalanya. Sentuhan manusia tetap dibutuhkan agar strategi merangkul pasar mendapatkan output maksimal.

Sesi diskusi panel di acara peluncuran aplikasi TP ai FAB di Jakarta, para praktisi industri yang menjadi panelis sepakat bahwa teknologi AI saat ini memainkan peran krusial dalam mendorong keunggulan operasional dari segala sektor industri, namun tetap mengimplementasikan penggunaan data yang bertanggung jawab tanpa menghilangkan unsur humanisnya.

Baca juga: Pemanfaatan AI Makin Masif, IDMC 2026 Bekali Pebisnis dengan Strategi Digital

Diskusi ini berfokus pada peran penting AI dalam dalam lingkup perusahaan swasta maupun pada lembaga publik. Tampil sebagai pembicara, antara lain Setiaji dari Kementerian Kesehatan RI, Eri Budiono dari Bank Neo Commerce, Radhi Juniantino dari Grab Indonesia, Alfan Rezani Aziz dari L’Oréal Indonesia dan Michael Wullur, CEO perusahaan layanan digital TP Indonesia.

Michael Wullur menegaskan, pihaknya tetap menggunakann pendekatan human-in-the-loop dalam memanfaatkan AI untuk merancang aplikasi TP ai FAB untuk mendorong transformasi bisnis perusahaan di Indonesia.

Dia mengatakan, pendekatan human-in-the-loop membuat seluruh aplikasi dirancang agar tetap berjalan secara tepat, transparan dan selaras dengan prinsip penggunaan teknologi yang bertanggung jawab, sehingga menjadi solusi yang efisien, tetapi tetap menghadirkan sentuhan manusia dalam setiap interaksi dengan pelanggan.

Dengan demikian, teknologi hadir untuk memperkuat, bukan menggantikan potensi manusia. Dengan memadukan empati manusia dan presisi berbasis data, pihaknya bisa membantu perusahaan memahami kebutuhan pelanggan lebih cepat, meningkatkan konversi, mengoptimalkan efisiensi proses penagihan, serta menyusun strategi bisnis yang lebih akurat dan efektif.

Michael Wullur menegaskan, TP ai FAB tidak dirancang untuk menggantikan peran manusia, tetapi untuk membantu manusia agar dapat berfokus pada tugas yang membutuhkan empati, persuasi, dan pemikiran strategis.

Perpaduan antara keahlian manusia dan kecerdasan buatan (AI) dapat menghadirkan standar baru dalam keunggulan operasional dan meningkatkan pengalaman pelanggan di berbagai sektor industri dengan hasil yang terukur.

Kapabilitas utama yang ditampilkan mencakup analisis sentimen dan prediksi intent secara real-time, rekomendasi langkah terbaik yang perlu diambil oleh telesales dan collections, AI generatif untuk mendukung manajemen pengetahuan dan kualitas hingga automasi alur kerja yang membantu meningkatkan akurasi dan kecepatan respons. (tribunnews/fin)

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved