Pemanfaatan AI Makin Masif, IDMC 2026 Bekali Pebisnis dengan Strategi Digital
Transformasi digital yang berlangsung sangat cepat membuat banyak pelaku bisnis menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan pertumbuhan.
Ringkasan Berita:
- Transformasi digital dan lonjakan biaya pemasaran mendorong pelaku bisnis mencari strategi baru yang lebih efektif.
- IDMC 2026 akan digelar sebagai konferensi digital marketing dengan 50 pembicara mengupas teknologi AI dan strategi bisnis.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Transformasi digital yang berlangsung sangat cepat membuat banyak pelaku bisnis menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan pertumbuhan.
Strategi pemasaran yang sebelumnya efektif kini semakin kehilangan relevansi. Konsumen semakin selektif, biaya iklan melonjak, sementara perkembangan teknologi—terutama kecerdasan buatan (AI)—menuntut bisnis beradaptasi dengan cara yang lebih cerdas, efisien, dan terukur.
"Kondisi ini mendorong kebutuhan akan wawasan baru, strategi yang tepat, serta komunitas pembelajar yang solid bagi pemilik bisnis dan profesional pemasaran," kata Founder Indonesia Digital Marketing Conference (IDMC), Ryan Kristo Muljono di sela-sela pengumuman penyelenggaraan IDMC 2026 di Jakarta belum lama ini.
Ia menegaskan, pemasaran modern membutuhkan pendekatan lebih holistik, bukan sekadar promosi. “Tantangan terbesar kita hari ini adalah bagaimana membangun komunitas pelanggan yang loyal,” kata Ryan.
Menurutnya, komunitas adalah kekuatan baru dalam marketing komunitas yang memahami, mendukung, dan mempercayai brand sehingga untuk membangunnya dibutuhkan branding yang kuat, storytelling yang tepat, dan strategi digital yang terarah.
"Indonesia Digital Marketing Conference (IDMC) 2026 menjadi ajang titik temu strategis bagi para pemimpin bisnis, praktisi, dan profesional pemasaran yang ingin memperkuat strategi digital serta memenangkan persaingan di tengah lanskap bisnis yang semakin kompetitif.
Baca juga: Hyundai dan Sinar Mas Kerjasama Pemasaran Asuransi Kendaraan
IDMC 2026 akan berlangsung pada 24–25 April 2026 di Jakarta. "IDMC 2026 menjadi ruang pembelajaran dan kolaborasi untuk memahami perubahan digital, menemukan arah strategi, dan meraih momentum pertumbuhan di tengah dinamika teknologi yang terus berkembang," kata CEO & Founder Toffeedev & Toffee Events.
Tahun 2026 diproyeksikan menjadi penyelenggaraan terbesar dalam sejarah IDMC. Lebih dari 5.000 peserta akan hadir, mulai dari pemilik bisnis, tim pemasaran, hingga pegiat digital yang ingin meningkatkan kompetensi mereka. Tahun ini, IDMC menghadirkan 50 pembicara, termasuk 26 ahli marketing dan sales terkemuka.
Baca juga: Purbaya Resmikan Pemindai Peti Kemas Berteknologi AI di Tanjung Priok
Beberapa di antaranya adalah Peng Joon (CEO & Founder Smobble), Ryan Kristo Muljono (CEO & Founder Toffeedev & Toffee Events), Adythia Pratama (Founder Guerilla Marketing Academy), serta mystery guest dari Google yang akan memaparkan terobosan dan tren teknologi terbaru 2026.
Para pembicara akan mengulas topik-topik strategis, mulai dari pembangunan brand, pembuatan konten berdampak, penguatan komunitas pelanggan, pemanfaatan AI dalam pemasaran, hingga strategi penjualan yang relevan dengan perilaku konsumen masa kini.
“Kami ingin peserta pulang dengan kejelasan strategi dan rencana aksi yang nyata. Dunia digital bergerak cepat, dan mereka yang memiliki arah yang jelas akan menjadi pemenangnya,” ujarnya.
Tahun ini, IDMC 2026 juga menghadirkan Marketing Technology Expo yang akan diikuti sekitar 80 brand teknologi dan solusi pemasaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ryan-AI-OK.jpg)