Kamis, 23 April 2026

Aset Naik, Bank Neo Commerce Bukukan Laba Rp 517,20 Miliar di Kuartal III 2025

Bank Neo Commerce perusahaan penyedia layanan perbankan digital, membukukan total laba Rp 517,20 miliar di triwulan III 2025

Penulis: Choirul Arifin
Editor: Sanusi
Tribunnews.com/HO
LABA MEROKET - Paparan publik PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) di Jakarta, Selasa, 16 Desember 2025. BNC kini juga mulai menggarap bisnis wealth management dengan fokus menggarap segmen nasabah non-profesional dan mahasiswa. 

Ringkasan Berita:
  • BNC membukukan total laba Rp517,20 miliar di triwulan III 2025, melonjak 73 kali lipat dibandingkan capaian perusahaan di kuartal III 2024 sebesar Rp6,95 miliar.
  • BNC kini juga mulai menggarap bisnis wealth management dengan fokus menggarap segmen nasabah non-profesional dan mahasiswa.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) perusahaan penyedia layanan perbankan digital, membukukan total laba Rp 517,20 miliar di triwulan III 2025.

Capaian laba ini melonjak 73 kali lipat dibandingkan capaian perusahaan di kuartal III 2024 sebesar Rp6,95 miliar.

Pencapaian ini merefleksikan operasional perbankan yang semakin mature dan kemampuan BNC dalam
menjaga kualitas aset secara berkelanjutan," ungkap Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tbk, Eri Budiono di paparan publik kinerja BNC di Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Baca juga: Bank Neo Commerce Raup Laba Bersih Rp 276 Miliar di Semester I 2025

Eri Budiono menjelaskan, selama 2025 perseroan berhasil menjalankan disiplin pengendalian risiko, didukung pengelolaan operasional yang makin baik, serta inovasi layanan perbankan yang terus diperluas.

Direktur Bisnis BNC Aditya Wahyu Windarwo mengatakan, transformasi digital BNC kini mengarah pada pondasi yang lebih stabil dan berkelanjutan untuk pertumbuhan bisnis Perseroan dalam jangka panjang.

Di kuartal III 2025, Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) BNC berada di 82,83 persen pada Oktober 2025, konsisten dibandingkan September 2025 dengan 82,81 persen.

Kinerja BOPO membaik 16,92 poin persentase dibandingkan dengan Oktober 2024 yang tercatat 99,75 persen.

Margin bunga bersih (NIM) perseroan tercatat 14,74 persen, turun tipis dari September 2025 yang sebesar 14,81 persen, BNC terlihat konsisten menjaga margin dengan strategi pembiayaan yang terkendali.

Sementara, Rasio kredit bermasalah (NPL Gross) membaik signifikan menjadi 2,89 persen di Oktober
2025 dibandingkan dengan Oktober 2024 yang tercatat 3,74 persen.

Baca juga: Bank Neo Commerce Catatkan Laba Rp159,94 Miliar di Kuartal I 2025

Di sisi lain rasio kecukupan modal (CAR) BNC di Oktober 2025 naik menjadi 47,77 persen, dibandingkan dari posisi tahun sebelumnya yang sebesar 35,89 persen, atau tumbuh kuat 11,88 poin persentase YoY.

Aditya menyebut, kenaikan CAR ini karena kenaikan profitability. Struktur permodalan yang lebih kuat turut mendukung kemampuan perseroan dalam ekspansi lending.

BNC menyalurkan kredit Rp7,40 triliun hingga akhir Oktober 2025. Angka ini turun 14,16 persen dibandingkan Oktober 2024 yang sebesar Rp8,62 triliun. "Ada penurunan provisi secara year on year," sebut Aditya Wahyu Windarwo.

Dia menekankan, saat ini dan ke depan perseroan akan fokus pada perbaikan kualitas aset dan lebih berhati-hati dalam menyalurkan pinjaman baru.

"Kita melakukan pengetatan risiko, kita melihat ke segmen yang lebih efisien.  Kita ingin journey kita menggarap segmen yang sesuai dengan arah bisnisnya bank."

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved