Selasa, 9 Juni 2026

Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 4,75 Persen di Desember 2025

Keputusan BI mempertahankan BI-Rate 4,75 persen konsisten dengan upaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah tingginya ketidakpastian.

Tayang:
Dennis Destryawan/Tribunnews.com
SUKU BUNGA ACUAN - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Keputusan BI mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75 persen konsisten dengan upaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah masih tingginya ketidakpastian global. 
Ringkasan Berita:
  • Suku bunga acuan diputuskan tetap di level 4,75 persen.
  • Keputusan BI mempertahankan BI-Rate konsisten dengan upaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah masih tingginya ketidakpastian global.
  • Ke depan Bank Indonesia akan terus mencermati ruang penurunan suku bunga BI-Rate lebih lanjut.

Ā 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75 persen dan suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50 persen pada Desember 2025.Ā 

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, keputusan BI mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75 persen konsisten dengan upaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah masih tingginya ketidakpastian global.

BI juga tetap memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini untuk menjaga stabilitas dan mendorong perekonomian nasional.Ā 

"Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 Desember 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75 persen," kata Perry saat Konferensi Pers secara virtual, Rabu (17/12/2025).

Baca juga: Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen di November 2025

Perry menyatakan, ke depan Bank Indonesia akan terus mencermati ruang penurunan suku bunga BI-Rate lebih lanjut dengan prakiraan inflasi 2026 yang terkendali dalam sasaran 2,5±1 persen, serta perlunya untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. 

Pelonggaran kebijakan makroprudensial diperkuat dengan meningkatkan efektivitas implementasi pemberian likuiditas kepada perbankan untuk mempercepat penurunan suku bunga dan meningkatkan pertumbuhan kredit/pembiayaan ke sektor riil, khususnya sektor-sektor prioritas Pemerintah.Ā 

"Kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, dan peningkatan daya tahan infrastruktur sistem pembayaran," jelas dia.

Sementara itu, Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky memproyeksikan BI mempertahankan suku bunga di level 4,75 persen.

"Bank Indonesia perlu mempertahankan suku bunga kebijakan pada level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur terakhir tahun 2025, sembari tetap waspada dan siap mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah," tulis Riefky dalam keterangannya.

Hal tersebut mempertimbangkan pelambatan inflasi menjadi 2,72 persen secara tahunan pada November 2025 dari 2,86 persen pada bulan sebelumnya. Namun demikian, tingkat inflasi tersebut masih berada di kisaran atas target Bank Indonesia sebesar 1,5 persen sampai 3,5 persen.

Sementara dari sisi eksternal, kombinasi penurunan FFR oleh The Fed dan keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga kebijakan telah mendorong masuknya aliran modal asing ke Indonesia.Ā 

"Dampaknya, nilai tukar Rupiah menguat sebesar 0,11 persen month to month dalam 30 hari terakhir. Meski menunjukkan tren penguatan, Rupiah masih relatif berfluktuasi," tegas dia.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved