Selasa, 19 Mei 2026

Harga Saham

IHSG Sesi Pertama Ditutup Ambruk 3,08 Persen ke Level 6.396, Ini Pemicunya

Sepanjang perdagangan sesi pertama, sejak dibuka pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB, IHSG bergerak pada rentang 6.376,34 hingga 6.635,13.

Tayang:
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
SAHAM ANJLOK - Pengunjung beraktivitas di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. IHSG berakhir merosot 3,08 persen atau 202,97 poin ke level 6.396,27 dari posisi penutupan hari sebelumnya 6.599,24. 

Ringkasan Berita:
  • IHSG sesi pertama perdagangan Selasa ditutup anjlok 3,08 persen atau 202,97 poin ke level 6.396,27.
  • Pelemahan rupiah hingga Rp17.727 per dolar AS memicu kekhawatiran investor terhadap risiko pasar aset Indonesia.
  • Pasar juga berspekulasi Bank Indonesia akan menaikkan BI Rate 25 bps menjadi 5 persen untuk menahan tekanan rupiah.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi pertama perdagangan Selasa (19/5/2026) ditutup ambruk 3 persen.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG berakhir merosot 3,08 persen atau 202,97 poin ke level 6.396,27 dari posisi penutupan hari sebelumnya 6.599,24.

Sepanjang perdagangan sesi pertama, sejak dibuka pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB, IHSG bergerak pada rentang 6.376,34 hingga 6.635,13.

Baca juga: IHSG Jelang Penutupan Anjlok 1,76 Persen Imbas Merosotnya Rupiah ke Posisi Rp 17.718 per Dolar AS

Hanya 103 saham menguat, 639 saham melemah dan 217 saham stagnan.

Nilai transaksi mencapai Rp15,11 triliun dengan melibatkan 26,12 miliar lembar saham.

Tertekan Pelemahan Rupiah

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, mengatakan, pasar cenderung merespons pergerakan rupiah yang cenderung terdepresiasi tajam.

"Hal ini menjadi salah satu rekor terendah yang memicu kekhawatiran atas meningkatnya persepsi risiko terhadap pasar aset Indonesia," papar Nafan.

Mengutip data Bloomberg, sekitar pukul 11.29 WIB, rupiah merosot ke level Rp17.727 dari posisi penutupan kemarin Rp 17.668 per dolar AS.

Rupiah pagi tadi buka di posisi Rp 17.679 per dolar AS.

Menurutnya, melemahnya rupiah menyebabkan terjadinya spekulasi kuat di pasar, bahwa Bank Indonesia berpeluang besar menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5 persen dalam RDG BI yang dijadwalkan berlangsung pada 19–20 Mei 2026. 

"Hal ini dilakukan demi mengintervensi pelemahan rupiah, dan bila direspons positif bisa menahan kejatuhan indeks lebih dalam," ucapnya.

 

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved