Sabtu, 18 April 2026

Ratusan UMKM di Kudus Ikuti Pendampingan dan Penguatan Usaha Lewat Program Kota Masa Depan

Ratusan UMKM di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mendapatkan pendampingan dan penguatan kapasitas usaha

Tribunnews.com/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Program Kota Masa Depan di Kabupaten Kediri, Jawa Tengah, yang merupakan hasil kolaborasi Grab Indonesia dan OVO bersama Kementerian UMKM, Jumat (19/12/2025). Dalam program ini, ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kudus mendapatkan pendampingan dan penguatan kapasitas usaha. Dok: Endrapta Pramudhiaz 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah terus mendorong transformasi digital UMKM secara menyeluruh, dari hulu ke hilir, sebagai upaya mengoptimalkan potensi ekonomi nasional
  • Melalui kolaborasi program Kota Masa Depan yang dijalankan oleh Grab dan OVO, upaya digitalisasi ini diperluas hingga ke daerah agar dapat menjangkau lebih banyak UMKM dan mitra

 

TRIBUNNEWS.COM, KUDUS - Ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mendapatkan pendampingan dan penguatan kapasitas usaha melalui program Kota Masa Depan (Kolaborasi Nyata Untuk Masa Depan).

Kota Masa Depan merupakan program Grab Indonesia dan OVO yang bekerja sama dengan Kementerian UMKM.

Program akselerasi digital ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mendorong pertumbuhan UMKM dan mitra ekonomi kreatif di daerah agar semakin berdaya saing di era digital.

Baca juga: Kementerian UMKM: 500 Pedagang Pasar Senen Berhenti Jualan Baju Bekas Impor, Beralih ke Lokal

Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM Temmy Setya Permana menyampaikan pemerintah terus mendorong transformasi digital UMKM secara menyeluruh, dari hulu ke hilir, sebagai upaya mengoptimalkan potensi ekonomi nasional.

“Saat ini, sekitar 25 juta UMKM di Indonesia telah beralih ke platform digital untuk meningkatkan efisiensi usaha dan memperluas akses pasar," kata Temmy di Pendopo Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (19/12/2025),.

Temmy mengatakan, sekitar 70 persen ekonomi digital Indonesia saat ini ditopang oleh sektor e-commerce. Ini menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk terhubung dengan pasar digital.

Melalui kolaborasi program Kota Masa Depan yang dijalankan oleh Grab dan OVO, upaya digitalisasi ini diperluas hingga ke daerah agar dapat menjangkau lebih banyak UMKM dan mitra pengemudi ojek online yang juga dikategorikan sebagai usaha mikro.

"Sehingga, semakin banyak pelaku ekonomi lokal yang dapat meningkatkan daya saing dan berpartisipasi dalam ekonomi digital,” ujar Temmy.

Pelaku UMKM di Kudus yang mengikuti program ini berasal dari lintas sektor, mulai dari kuliner, perdagangan, kerajinan
tangan, hingga pengolahan.

Para UMKM yang mengikuti program ini berhak mengikuti sesi pelatihan digital secara daring untuk membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengembangkan usaha di ekosistem digital.

Para UMKM ini memperoleh beragam bentuk pendampingan seperti pengurusan sertifikasi halal dan pelatihan digital secara online.

Mereka juga mendapatkan sesi peningkatan kapasitas dan berbagi praktik terbaik yang dilakukan secara tatap muka.

Inisiatif ini diharapkan dapat membantu meningkatkan daya saing para UMKM di Kudus.

Baca juga: Tahun Depan Harga Kelapa Diprediksi Melonjak, Ini Dampaknya ke Sektor Rumah Tangga dan UMKM

Pengenalan Pada AI

Selain itu, program Kota Masa Depan juga menghadirkan pengenalan pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) bagi pelaku UMKM.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved