Kamis, 11 Juni 2026

Ratusan UMKM di Kudus Ikuti Pendampingan dan Penguatan Usaha Lewat Program Kota Masa Depan

Ratusan UMKM di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mendapatkan pendampingan dan penguatan kapasitas usaha

Tayang:
Tribunnews.com/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Program Kota Masa Depan di Kabupaten Kediri, Jawa Tengah, yang merupakan hasil kolaborasi Grab Indonesia dan OVO bersama Kementerian UMKM, Jumat (19/12/2025). Dalam program ini, ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kudus mendapatkan pendampingan dan penguatan kapasitas usaha. Dok: Endrapta Pramudhiaz 

Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Grab dalam memperluas adopsi teknologi AI yang relevan dan aplikatif bagi pelaku usaha di berbagai daerah.

Sebelumnya, Grab telah memberdayakan lebih dari 1.100 UMKM perempuan di 13 kota dengan dukungan teknologi berbasis AI melalui Serabi (Sekumpulan Perempuan Bisa) – komunitas pengusaha UMKM perempuan yang menjadi Mitra Merchant Grab.

Melalui pemanfaatan Asisten AI GrabMerchant, para UMKM perempuan tersebut dapat terbantu dalam operasional usaha sehari-hari, mulai dari pengelolaan menu, promo, hingga respons terhadap kebutuhan pelanggan.

Inisiatif pelatihan teknologi AI ini kemudian dihadirkan dalam Kota Masa Depan, termasuk di Kudus, agar semakin banyak UMKM lokal yang dapat memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing usaha.

Adapun program Kota Masa Depan mengusung tema “Berani Digital” dan berlangsung selama tiga bulan.

Program tersebut telah memberikan pelatihan kepada mitra UMKM melalui berbagai materi pengembangan usaha, penguatan kapasitas, serta pendampingan pemanfaatan teknologi digital secara berkelanjutan, guna memperluas akses pasar dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Potensi Besar Kudus

Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton menyampaikan, Kudus memiliki potensi yang besar, tapi di sisi lain tantangan yang dihadapi juga semakin kompleks.

Menurut dia, banyak mitra UMKM yang belum memanfaatkan teknologi digital untuk aktivitas operasionalnya.

Sementara itu, digitalisasi merupakan kunci untuk bisa bersaing di era sekarang.

"Dengan adanya program Kota Masa Depan dari Grab, kami merasa terbantu untuk mewujudkan UMKM Kudus terdigitalisasi, agar dapat meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, dan menciptakan peluang kerja baru," kata Bellinda.

Chief Executive Officer (CEO) Grab Indonesia Neneng Goenadi menegaskan bahwa Grab Indonesia dan OVO berkomitmen untuk terus menjadi mitra pertumbuhan bagi UMKM di berbagai daerah melalui percepatan inklusi digital dan keuangan.

Di Kudus, ia menyatakan Grab melihat potensi yang kuat, baik dari sektor industri padat karya maupun kuliner lokal.

"Dengan dukungan teknologi, pelatihan, serta koneksi ke ekosistem Grab, kami percaya UMKM Kudus dapat memperluas pasar, meningkatkan daya saing, dan berkontribusi lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah," kata Neneng.

Ratusan Ribu UMKM

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved