Senin, 18 Mei 2026

Banjir Bandang di Sumatera

Kemenperin: 2 Ribu Lebih Industri Kecil Menengah di Sumatera Terdampak Banjir Bandang

Kemenperin mencatat lebih dari 2.000 industri kecil dan menengah (IKM) di wilayah Sumatera terkena dampak bencana banjir bandang dan longsor.

Tayang:
Tribunnews.com/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
IKM TERDAMPAK BENCANA - Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Eko Cahyanto di kantor Kemenperin, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (31/12/2025). Kemenperin mencatat lebih dari 2.000 industri kecil dan menengah (IKM) di wilayah Sumatera terkena dampak bencana banjir bandang dan longsor. Dok: Endrapta Pramudhiaz 

 

Ringkasan Berita:
  • Dampak bencana banjir yang dialami para pelaku IKM beragam. Mulai dari terganggunya akses jalan dan jembatan, terputusnya rantai pasok, hingga penurunan kapasitas produksi
  • Pada 2026 Kemenperin sudah merancang kegiatan untuk secara khusus fokus mengupayakan pemulihan industri kecil yang ada di wilayah bencana

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat lebih dari 2.000 industri kecil dan menengah (IKM) di wilayah Sumatera terkena dampak bencana banjir bandang dan longsor.

Sekretaris Jenderal Kemenperin Eko Cahyanto mengatakan, dampak paling besar dirasakan oleh IKM yang berada di Provinsi Aceh dan Sumatera Barat.

"Untuk industri besar memang tidak terlalu banyak yang terdampak, namun untuk industri kecil dan menengah sangat besar sekali terdampak di daerah-daerah khususnya di Aceh dan di Sumatera Barat," katanya di kantor Kemenperin, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (31/12/2025).

Baca juga: Senyum Lebar Menperin Saat Ditanya Soal Insentif Otomotif di 2026

Secara rinci, jumlah IKM terdampak tercatat sebanyak 2.066 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.647 IKM berada di Aceh, 52 IKM di Sumatera Utara, dan 367 IKM di Sumatera Barat.

Dampak bencana yang dialami para pelaku IKM beragam. Mulai dari terganggunya akses jalan dan jembatan, terputusnya rantai pasok, hingga penurunan kapasitas produksi bahkan penghentian operasional sementara.

Selain itu, IKM juga menghadapi kendala logistik dan distribusi antarwilayah, terdampaknya tenaga kerja, ketergantungan pada infrastruktur pendukung, serta proses pemulihan operasional yang masih dilakukan secara bertahap.

Eko mengatakan, pada 2026 Kemenperin sudah merancang kegiatan untuk secara khusus fokus mengupayakan pemulihan industri kecil yang ada di tiga provinsi tersebut.

Baca juga: Menperin Agus Gumiwang Kenang Polemik dengan Apple: Alot, Diserang Kanan Kiri Atas

Pada tahun depan, Kemenperin akan memulai pemetaan kebutuhan IKM, penetapan industri kecil penerima bantuan, pemberian bantuan mesin dan peralatan, hingga pemulihan aktivitas produksi.

"Pertama, terkait dengan pemulihan industri kecil itu adalah terkait program restrukturisasinya. Kedua, bantuan kredit yang diperlukan. Ketiga, terkait dengan bagaimana bisa memfasilitasi mereka dalam skema rumah-rumah produksi," ucap Eko.

Pelaku IKM akan diberikan bantuan berupa mesin atau peralatan sederhana, serta starter kit untuk memulai kembali usaha, termasuk penyediaan bahan baku.

Lalu, mereka juga akan difokuskan pada pengembangan produk yang merupakan kebutuhan dasar atau produk fast moving.

Para pelaku IKM juga akan mendapatkan pendampingan teknis serta fasilitasi kemitraan guna memperluas akses pasar pascabencana.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved