Minggu, 3 Mei 2026

Dirut Bulog Menangis Saat Sidang Promosi Doktor, Suara Bergetar Kala Sampaikan Pesan ke Keluarga

Suara Rizal terdengar bergetar ketika mengucapkan pesan-pesan usai mengikuti sidang yang digelar di Balai Sidang Universitas Indonesia.

Tayang:
Tribunnews.com/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
DIRUT BULOG MENANGIS - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani tak kuasa menahan tangis saat menyampaikan pesan kepada keluarganya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor di Universitas Indonesia. Sidang berlangsung di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (5/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Suara Rizal terdengar bergetar ketika mengucapkan pesan-pesan usai mengikuti sidang yang digelar di Balai Sidang Universitas Indonesia.
  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga hadir dan bertindak sebagai salah satu penguji dalam sidang promosi doktor tersebut.
  • Rizal juga menyampaikan permohonan maaf kepada anak-anaknya karena waktu kebersamaan sering tergantikan oleh kesibukan menempuh pendidikan dan pekerjaan.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani tak kuasa menahan tangis saat menyampaikan pesan kepada keluarganya dalam sidang terbuka promosi doktor di Universitas Indonesia.

Suara Rizal terdengar bergetar ketika mengucapkan pesan-pesan usai mengikuti sidang yang digelar di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (5/1/2026).

Mengenakan kemeja putih, jas hitam, dan dasi biru muda, Rizal berdiri di podium menyampaikan penutupannya di hadapan para undangan.

Sidang tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Wakil Presiden RI ke-13 Ma’ruf Amin, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman, serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga hadir dan bertindak sebagai salah satu penguji dalam sidang promosi doktor tersebut.

Baca juga: Bulog Bisa Jual Beras SPHP Satu Harga Jika Pemerintah Naikkan Margin Fee

Saat di penghujung penutupan sidang, Rizal menyampaikan pesan mendalam kepada keluarganya. Ia menyebut keluarga sebagai benteng terkuat dalam hidupnya.

"Di tengah semua perjalanan itu, benteng terkuat saya adalah keluarga. Untuk Ibunda kami dan istri tercinta, engkaulah promotor sejati dalam hidup saya," kata Rizal.

Usai kalimat tersebut, Rizal sempat terdiam sejenak. Keheningan singkat itu berubah menjadi suasana haru.

Dinginnya ruangan berubah jadi kehangatan. Seakan-akan bisa merasakan keharuan Rizal, audiens di dalam sidang tersebut langsung bertepuk tangan.

"Gelar ini separuh adalah milikmu," ucap Rizal dengan suara yang semakin bergetar.

Tak lama kemudian, air mata Rizal tumpah. Ia tampak mengusap wajahnya dengan tisu di atas podium.

Rizal juga menyampaikan permohonan maaf kepada anak-anaknya karena waktu kebersamaan sering tergantikan oleh kesibukan menempuh pendidikan dan pekerjaan.

Saat menyebut nama anak-anaknya, Rizal kembali tak kuasa menahan tangis. Dengan suara yang sesekali terputus, ia menyampaikan pesan penuh haru.

"Ayah berharap kalian suatu hari nanti paham tidak ada mimpi yang terlalu tinggi selama kita mau kerja keras, berdoa, dan terus belajar. Kalian adalah warisan Ayah terindah," ucapnya, kembali disambut tepuk tangan audiens.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved