Sidak Pedagang di Pasar Minggu, Dirut Bulog Pastikan Harga Pangan Stabil
Harga sejumlah komoditas utama seperti beras dan minyak goreng di Pasar Mimggu terpantau stabil dan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi.
Ringkasan Berita:
- Bulog memantau pergerakan harga pangan di tengah dinamika pasokan dan permintaan di pedagang pasar di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
- Harga sejumlah komoditas utama seperti beras dan minyak goreng terpantau stabil dan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
- Bulog telah mengajukan tambahan kuota distribusi Minyak Kita guna memenuhi kebutuhan nasional, terutama di pasar-pasar yang tergabung dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perum Bulog melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Minggu, Jakarta Selatan, guna memantau pergerakan harga pangan di tengah dinamika pasokan dan permintaan nasional, Selasa (14/3/2026).
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, dari hasil pemantauan, harga sejumlah komoditas utama seperti beras dan minyak goreng terpantau stabil dan masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Dari pengecekan, untuk harga beras ke kemudian minyak stabil ya sesuai dengan HET, terutama Minyakita," tutur Rizal usai sidak di Pasar Minggu, Selasa (15/3/2026).
Lonjakan permintaan tersebut dipicu kenaikan harga bahan kemasan plastik, yang membuat konsumen beralih ke produk minyak goreng bersubsidi tersebut.
"Ini memang kita tidak pungkiri karena terus terang dampak dari kenaikan harga plastik untuk minyak curah. Karena kenaikan harga plastik kemasan dan lain sebagainya sehingga beralih ke Minyakita. Maka kebutuhan Minyakita semakin besar," ungkapnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Bulog telah mengajukan tambahan kuota distribusi Minyak Kita guna memenuhi kebutuhan nasional, terutama di pasar-pasar yang tergabung dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SP2KP), pasar tradisional, serta bantuan pangan periode Februari-Maret.
Baca juga: Kadin Kucurkan Subsidi di Gelaran Gerakan Pangan Murah Kendari, Harga Beras Dijual Lebih Murah
Sementara itu, harga komoditas hortikultura seperti bawang dan cabai relatif stabil, meski cabai rawit merah mulai mengalami kenaikan hingga di atas Rp 50.000 per kilogram.
Kenaikan harga juga terpantau pada komoditas daging sapi. Rizal menjelaskan, kondisi ini dipengaruhi oleh strategi peternak yang menahan pasokan untuk persiapan Iduladha.
"Teman-teman pengusaha sapi ini sedang menahan sapinya karena untuk persiapan Idula Adha," terang Rizal.
Meski demikian, kenaikan harga daging sapi dinilai masih dalam batas wajar, dari Harga Acuan Penjualan (HAP) Rp 140.000 per kilogram menjadi sekitar Rp 150.0000 per kilogram.
Bulog berencana berkoordinasi dengan BUMN pangan lainnya untuk menambah pasokan dan menekan harga kembali sesuai acuan.
Baca juga: Mentan: Stok Beras 4,6 Juta Ton Siap Antisipasi El Nino
Untuk komoditas telur, harga terpantau stabil dengan telur ayam negeri sekitar Rp 30.000 per kilogram, telur ayam kampung Rp 3.000 per butir, LL dan telur bebek Rp 3.500 per butir.
Rizal menambahkan, secara umum kondisi harga pangan masih terkendali, meski ada beberapa isu yang perlu mendapat perhatian, terutama kenaikan harga daging sapi dan dampak mahalnya bahan kemasan plastik terhadap distribusi minyak goreng.
"Ini yang nanti kita akan merapatkan dalam waktu dekat supaya ada segera tindakan-tindakan cepat untuk menstabilkan harga di pasar," ujarnya.
5 Lampiran
• Dipindai oleh Gmail
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sidak-bos-Bulog-di-Pasar-Minggu-OK.jpg)