Senin, 20 April 2026

Presiden Prabowo Umumkan Indonesia Swasembada Pangan, Begini Kata HIPMI

Keberhasilan swasembada pangan hasil kerja keras pemerintah, pelaku usaha, teknokrat, serta jutaan petani yang terus berproduksi di lapangan.

Dok. Kemesos
SWASEMBADA PANGAN - Ketua Satgas Pangan BPP HIPMI, M. Hadi Nainggolan. Ia menyebut sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi faktor penting dalam peningkatan produksi, modernisasi teknologi pertanian, dan peningkatan kesejahteraan petani. 

Ringkasan Berita:
  • Capaian swasembada ini dapat menjadi fondasi untuk memperkuat posisi Indonesia dalam sektor pangan global.
  • Keberhasilan swasembada pangan hasil kerja keras pemerintah, pelaku usaha, teknokrat, serta jutaan petani yang terus berproduksi di lapangan.
  • Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi faktor penting dalam peningkatan produksi, modernisasi teknologi pertanian, dan peningkatan kesejahteraan petani.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan salam hormat kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya para petani, atas capaian bersejarah Indonesia menuju swasembada pangan yang diumumkan dalam acara nasional di Cilebar, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2025).

Prabowo menekankan, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras pemerintah, pelaku usaha, teknokrat, serta jutaan petani yang terus berproduksi di lapangan.

“Keberhasilan tidak datang dengan sendirinya, tetapi dengan kerja keras,” kata Prabowo dalam pidatonya.

Apresiasi besar juga disampaikan kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang dinilai mampu mengonsolidasikan program pertanian nasional secara efektif.

Baca juga: Swasembada Pangan 2025, Prabowo: Petani yang Paling Merah Putih di Indonesia, tapi Kurang Dilindungi

Presiden turut menggarisbawahi peran Sudaryono sebagai Co-Chief dalam memperkuat strategi swasembada dan memastikan produksi pangan nasional meningkat signifikan.

Ketua Satgas Pangan BPP HIPMI, M. Hadi Nainggolan, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa momen ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam membangun ketahanan pangan.

“Ini momentum besar bagi bangsa. Presiden menunjukkan ketulusan dan komitmen luar biasa untuk petani dan untuk masa depan pangan Indonesia. Kami di HIPMI siap mendukung penuh agenda-agenda strategis yang memperkuat ekosistem pangan nasional,” ujar Hadi.

Hadi menegaskan, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi faktor penting dalam peningkatan produksi, modernisasi teknologi pertanian, dan peningkatan kesejahteraan petani.

Ia optimistis bahwa capaian swasembada ini dapat menjadi fondasi untuk memperkuat posisi Indonesia dalam sektor pangan global.

Jalan Menuju Swasembada Pangan

Diketahui, Indonesia mencapai puncak kejayaan pangan pada 1984 dengan swasembada beras, didukung cadangan beras sebesar 2 juta ton.

Atas capaian tersebut, pada 1985 Presiden Soeharto diundang berpidato di Roma oleh Food and Agriculture Organization (FAO) dan menerima penghargaan internasional, bahkan menyerahkan bantuan beras kepada negara-negara Afrika, yang menempatkan Indonesia sebagai simbol kemandirian pangan dan solidaritas global.

Keberhasilan swasembada turut membawa dampak signifikan terhadap pasar dunia. Penghentian impor beras oleh Indonesia menekan permintaan internasional dan mendorong harga beras dunia turun tajam dari sekitar USD 660 per metrik ton menjadi USD 368 per metrik ton, atau turun 44,2 persen.

Adapun tercapainya swasembada pangan saat ini didukung langkah peningkatan produksi yang masif dan terintegrasi.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved