Menteri ESDM Bahlil Lahadalia: Tahun 2025 Penuh Cobaan
Bahlil menyebut lifting minyak bumi selama 2025 mencapai rata-rata 605,3 ribu barel minyak per hari (MBOPD).
Ringkasan Berita:
- Kementerian ESDM terus hadir dalam upaya mencapai target Presiden Prabowo Subianto.
- Bahlil menyebut lifting minyak bumi selama 2025 mencapai rata-rata 605,3 ribu barel minyak per hari (MBOPD).
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui bahwa 2025 merupakan tahun yang penuh cobaan.
Hal tersebut disampaikan Bahlil saat membuka konferensi pers capaian kinerja sektor ESDM tahun 2025 di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).
Pantaun Tribunnews di lokasi, Bahlil memasuki ruang konferensi pers sekitar pukul 11.35 WIB.
Setelah sempat duduk di kursi audiens, ia langsung maju memulai agenda. Mengenakan kemeja putih dan jas abu-abu, ia membuka acara dengan salam.
Baca juga: Kementerian ESDM: Indonesia Setop Impor Solar Setelah Proyek RDMP Kilang Balikpapan Beroperasi
Di awal konferensi pers, mic Bahlil sempat mati. Sambil berkelakar, ia mempertanyakan kondisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian ESDM tahun ini. Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia kemudian sigap memberikan mic baru.
Usai insiden kecil itu, Bahlil menyampaikan bahwa 2025 adalah tahun yang penuh cobaan.
"Sesungguhnya saya mau sampaikan bahwa tahun 2025 ini adalah tahun yang penuh cobaan dan dinamika khususnya bagi kami di Kementerian ESDM," katanya.
Menurut Bahlil, banyak suka dan duka yang dilalui pada tahun tersebut.
Namun, ia menegaskan bahwa tantangan justru menjadi ruang bagi Kementerian ESDM untuk terus hadir dalam upaya mencapai target Presiden Prabowo Subianto.
Terkait capaian kinerja, Bahlil menyebut lifting minyak bumi selama 2025 mencapai rata-rata 605,3 ribu barel minyak per hari (MBOPD) atau 100,05 persen dari target APBN. Capaian ini tercatat sebagai peningkatan pertama setelah sembilan tahun berturut-turut menurun.
Di sisi lain, lifting gas bumi pada 2025 tercatat sebesar 951,8 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD), di bawah target APBN 2025 yang sebesar 1.005 MBOEPD.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Mic-Mati-Menteri-Bahlil-OK.jpg)