Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Diyakini Masih Solid, Pelemahan Ekspor Jadi Tantangan
Prospek ekonomi Indonesia di 2026 diyakini masih cukup solid namun menghadapi risiko pelemahan ekspor dan tekanan tarif.
"Pada akhirnya, kita ingin peningkatan pendapatan yang berasal dari gaji dan pekerjaan, bukan dari pengurangan konsumsi atau penundaan belanja," ujarnya.
Pranjul melihat prospek ekonomi Indonesia di 2026 masih cukup solid meski dengan sejumlah risiko. Dari sisi eksternal, ekspor diperkirakan akan melemah seiring tingginya basis pertumbuhan pada 2025 dan adanya tekanan tarif di sejumlah negara tujuan ekspor.
Namun demikian, ia optimistis permintaan domestik dapat menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sejumlah program kesejahteraan sosial dinilai akan semakin matang dan efektif, sehingga mampu menjaga daya beli masyarakat.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, Pranjul memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 5,2 persen, sejalan dengan target dan proyeksi pemerintah.
"Domestic demand bisa menjadi jalan utama untuk meningkatkan pertumbuhan di tengah permintaan global yang lebih dinamis," terang Pranjul.
Foto : PERTUMBUHAN EKONOMI - Managing Director sekaligus Chief India Economist and Macro Strategist ASEAN Economist Pranjul Bhandari dalam Online Media Briefing HSBC Indonesia Economy and Investment Outlook 2026, Jakarta, Senin (12/1/2026). (Tangkapan layar).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ekonom-HSBC-OK.jpg)