Tribunners / Citizen Journalism
Reaktivasi Jalur Kereta Api Perkuat Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi
Reaktivasi jalur kereta api akan menyeimbangkan sistem transportasi, memastikan pemerataan akses dan pertumbuhan ekonomi berbasis wilayah.

REAKTIVASI jalur kereta api yang sudah lama tidak beroperasi adalah langkah strategis untuk menyeimbangkan kembali sistem transportasi, memastikan pemerataan akses, dan memicu perkembangan ekonomi berbasis kewilayahan.
Data dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (2026), total panjang jaringan perkeretaapian di Indonesia mencapai 9.178 kilometer.
Angka ini terbagi menjadi dua komponen utama, yaitu 6.945 kilometer merupakan jalur aktif yang saat ini beroperasi untuk layanan kereta api, dan sisanya sepanjang 2.233 kilometer adalah jalur non-aktif yang sudah dibangun namun saat ini tidak bisa digunakan, sehingga perlu diaktifkan kembali.
Jaringan perkeretaapian di Pulau Sumatera, total panjang jalur aktifnya mencapai 1.871 kilometer. Sepanjang jalur tersebut, tersedia 146 stasiun sebagai fasilitas pendukung utama. Untuk menunjang mobilitas, angkutan publik ini mengoperasikan 7.032 unit sarana kereta api reguler.
Perlintasan sebidang resmi (dijaga) 210 unit, resmi (tidak dijaga) 113 unit dan tidak resmi 507 unit.
Sementara jaringan perkeretaapian di Pulau Jawa, total panjang jalur aktif mencapai 4.921 kilometer. Jalur tersebut didukung oleh 473 stasiun yang tersebar luas dan siap melayani kebutuhan penumpang.
Armada kereta api yang beroperasi terbagi menjadi dua kategori utama untuk menunjang mobilitas. Terdapat 5.923 unit sarana untuk layanan kereta api reguler. Ditambah dengan 88 unit sarana yang dikhususkan untuk operasional Kereta Api Cepat.
Guna mendukung keselamatan dan kelancaran perjalanan, perlintasan sebidang dikelola dengan rincian untuk perlintasan resmi dijaga 1.388 unit perlintasan diawasi oleh petugas.
Baca juga: Menakar Manfaat Reaktivasi Jalur Kereta Api Kedungjati-Tuntang
Resmi tidak dijaga 1.019 unit perlintasan resmi yang hanya mengandalkan rambu. Dan tidak resmi, terdapat 456 unit perlintasan yang beroperasi tanpa izin dan pengawasan resmi, menjadikannya titik rawan yang perlu penanganan lebih lanjut.
Selain sudah terbangun jaringan perkeretapian di Jawa dan Sumatera, infrastruktur perkeretaapian di Indonesia mulai dikembangkan di wilayah timur, meskipun masih dalam tahap awal.
Di Pulau Sulawesi, jalur aktif yang telah beroperasi saat ini mencapai 109 kilometer, didukung oleh 10 stasiun dan dilayani oleh 7 unit kereta yang beroperasi.
Sementara itu, di Papua, terdapat 26 kilometer jalur aktif perkeretaapian , namun jalur ini khusus digunakan untuk angkutan barang tambang dan belum melayani penumpang umum.
Koridor Reaktivasi
Berdasarkan rencana dan program reaktivasi jalur kereta api di Pulau Jawa yang pernah dicanangkan oleh Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), terdapat beberapa koridor yang menjadi fokus utama.
Reaktivasi ini bertujuan untuk menghidupkan kembali jalur lama yang non-aktif, terutama untuk mendukung pariwisata, logistik, dan angkutan penumpang regional.
Baca juga: Warga Soreang Soal Rencana Reaktivasi Jalur KA Ciwidey-Bandung: Kalau Digusur Saya Tinggal Dimana?
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Reaktivasi-jalur-kereta-api-Jatim.jpg)