Indonesia Resmi Swasembada Solar, Menko Airlangga Beberkan Buktinya
RDMP Balikpapan bertujuan meningkatkan kapasitas produksi kilang minyak dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari.
Ringkasan Berita:
- RDMP Balikpapan bertujuan meningkatkan kapasitas produksi kilang minyak dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari.
- Pemerintah terus mendorong mandatori program solar dengan campuran biodiesel sawit 40 persen (B40).
- Implementasi B40 dinilai dapat menekan emisi hampir 42 juta ton CO2 dan menghemat devisa sekitar Rp 8 miliar akibat berkurangnya impor solar.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap bahwa Indonesia saat ini sudah resmi swasembada solar.
Buktinya adalah dengan diresmikannya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan milik Pertamina.
Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan adalah proyek strategis nasional yang dioperasikan PT Pertamina (Persero) dan berupa modernisasi serta pengembangan kilang minyak Balikpapan di Kalimantan Timur.
Baca juga: Kementerian ESDM: Indonesia Setop Impor Solar Setelah Proyek RDMP Kilang Balikpapan Beroperasi
Proyek ini menelan investasi sebesar 7,4 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 126 triliun.
RDMP Balikpapan bertujuan meningkatkan kapasitas produksi kilang dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari, sekaligus meningkatkan kualitas produk BBM dari standar Euro II ke Euro V yang lebih ramah lingkungan.
RDMP ini telah diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto apda Senin (12/1/2026). Airlangga menyebut kehadiran fasilitas ini membuat Indonesia tidak perlu lagi impor solar.
"Dengan diresmikannya RDMP kemarin oleh Bapak Presiden maka solar kita tidak perlu impor lagi," katanya dalam acara road to Jakarta Food Security Summit (JFSS) 2026 di Jakarta Selatan, Selasa (13/1/2026).
"Jadi kita sudah tanda petik swasembada di bidang solar dan tentu kita akan terus tingkatkan untuk energi yang lain," jelasnya.
Selain itu, pemerintah disebut terus mendorong mandatori program solar dengan campuran biodiesel sawit 40 persen (B40).
Implementasi B40 dinilai dapat menekan emisi hampir 42 juta ton CO2 dan menghemat devisa sekitar Rp 8 miliar akibat berkurangnya impor solar.
Sebelumnya, saat peresmian RDMP Balikpapan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap bahwa proyek ini seharusnya sudah rampung pada awal Mei 2024. Namun, akhirnya baru bisa diresmikan Januari 2026.
"Proyek RDMP ini bahwa Presiden banyak dramanya saya harus jujur katakan banyak dramanya, kenapa? seharusnya sudah jadi tahun awal Mei 2024," ujar Bahlil.
Bahlil mengatakan, kendala utama adalah insiden kebakaran pada bagian proyek menjelang peresmian. Sehingga pada Agustus lalu, Kementerian ESDM melakukan investigasi menyeluruh yang melibatkan pihak internal Pertamina.
"Api ini pak, terbakar ada bagian yang dibakar saya tidak mengerti apakah dibakar karena terbakar atau dibakar karena ada faktor lain," ujar Bahlil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/airlangga-hartarto-jawab-soal-ancaman-trump.jpg)