Kisah Sukses Pengusaha Batik di Sragen, Pilih Resign dan Ciptakan Lapangan Pekerjaan
Aji Gilang Romadhon, seorang pemuda asal Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, sukses membuka usaha batik online di era modern.
TRIBUNNEWS.COM - Seorang pemuda asal Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Aji Gilang Romadhon sukses membuka usaha batik yang dijual secara online di era modern saat ini.
Pria yang akrab disapa Gilang itu memulai usahanya sejak Mei 2022.
Awalnya, Gilang yang kala itu tengah menyelesaikan studinya di Universitas Islam 45 Bekasi, Jawa Barat, dan bekerja di salah satu perusahaan, merasa tertarik untuk belajar digital marketing.
"Waktu itu kuliah, kan nyambi kerja, setelah kuliahnya selesai kan malamnya nggak ada kerjaan, nyari-nyari peluang pas di sana itu ada peluang buat training digital marketing."
"Terus nyari tahu habis itu privat belajar digital marketing sama orang Surabaya Waktu itu," ujar Gilang saat ditemui di kediamannya, Jumat (16/1/2026).
Setelah memahami seluk-beluk digital marketing, Gilang kemudian teringat di desanya yang mayoritas memproduksi kain batik, tepatnya di Desa Pilang yang kini menjadi tempat wisata batik/kampung batik.
Adanya peluang usaha tersebut membuat Gilang memberanikan diri untuk resign dari pekerjaannya.
Padahal saat itu tengah menduduki jabatan yang cukup mentereng untuk meng-handle engineering di sebuah perusahaan.
"Dari situ kan belajar digital marketing, nyari-nyari produk terus keinget di rumah itu kan produksi batik, akhirnya memberanikan diri untuk resign dan akhirnya membuka batik di rumah," kata Gilang.
Ayah satu anak itu kemudian memberanikan diri untuk membuka usaha batik rumahan yang diberi nama Batik Gemilang.
Di awal merintis, pemuda berusia 28 tahun ini mengaku tak kesusahan untuk mencari bahan untuk produk batiknya.
Baca juga: Kisah Batik Giriarum: Dari Jasa Nyanting hingga Ekspor ke Paris
Mengingat di desanya banyak produksi kain batik.
Namun pastinya bahan yang dicarinya sesuai dengan target pasarnya.
"Iya (cari bahan di sini), karena di sini kan mayoritas pengusaha batik ya, jadi cari bahan dan lain-lain cukup mudah, tapi nanti kan tergantung selera pasarku kan pasti," katanya.
"Ya bisa diusahakan waktu itu, nyari satu tempat ke satu tempat, gitu," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Usaha-Batik-Gemilang.jpg)