Kamis, 21 Mei 2026

Menperin Agus Gumiwang Optimistis Sejumlah Subsektor Industri Bisa Tumbuh di 2026

Dari aspek ketenagakerjaan, sektor industri pengolahan nonmigas ditargetkan menyerap 14,68 persen dari total tenaga kerja nasional

Tayang:
Penulis: Lita Febriani
Editor: Sanusi
IST
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Strategi Baru Industri Nasional menjadi acuan dalam memperkuat struktur industri nasional sejalan dengan agenda besar Presiden Prabowo dalam membangun industri yang mandiri, berdaya saing dan berkelanjutan. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah menargetkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas sebesar 5,51 persen di tahun 2026
  • Dari sisi ekspor, Kemenperin menargetkan kontribusi ekspor produk industri pengolahan nonmigas mencapai 74,85 persen

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saat situasi ekonomi global masih dinaungi ketidakpastian, pemerintah Indonesia optimistis dengan performa industri dalam negeri.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas sebesar 5,51 persen di tahun 2026.

Baca juga: Industri Manufaktur Ditarget Tumbuh 5,51 Persen, Menperin Agus Gumiwang: Ini Motor Penggerak Ekonomi

Optimisme tersebut muncul, usai sejumlah subsektor diproyeksikan mengalami peningkatan permintaan domestik.

Subsektor tersebut diantaranya industri logam dasar yang didorong proyek infrastruktur dan hilirisasi, industri makanan dan minuman sebagai kontributor terbesar PDB manufaktur, serta industri kimia, farmasi dan obat yang dipicu meningkatnya kebutuhan produk kesehatan dan bahan kimia industri.

Sementara itu, dari sisi ekspor, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan kontribusi ekspor produk industri pengolahan nonmigas mencapai 74,85 persen dari total ekspor nasional pada 2026, sebagaimana tertuang dalam Rencana Strategis Kemenperin 2025-2029.

Target tersebut akan didorong melalui diversifikasi pasar, peningkatan daya saing, serta penguatan kerja sama dagang dan promosi industri nasional.

Baca juga: Menko Airlangga Minta Menperin Agus Gumiwang Kaji Ulang Usulannya Terkait Insentif Otomotif 2026

Dari aspek ketenagakerjaan, sektor industri pengolahan nonmigas ditargetkan menyerap 14,68 persen dari total tenaga kerja nasional pada 2026, dengan produktivitas sebesar Rp 126,20 juta per orang per tahun.

Untuk mendukung capaian tersebut, investasi sektor industri pengolahan nonmigas pada 2026 ditargetkan mencapai Rp 852,90 triliun.

Kemenperin menilai keberlanjutan kebijakan pemerintah, termasuk paket stimulus, pengendalian impor barang jadi dan pembenahan perizinan berusaha, menjadi faktor kunci dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi industri nasional.

Oleh karenanya, Kementerian Perindustrian menginisiasi Strategi Baru Industri Nasional (SBIN) sebagai langkah memperkuat industri dalam negeri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Strategi Baru Industri Nasional menjadi acuan dalam memperkuat struktur industri nasional sejalan dengan agenda besar Presiden Prabowo dalam membangun industri yang mandiri, berdaya saing dan berkelanjutan.

"Pendekatan hulu dan hilir terus kami dorong agar industri dalam negeri mampu mendukung swasembada pangan, swasembada energi, serta memenuhi kebutuhan pasar domestik dan global," tutur Agus dalam keterangan, Minggu (18/1/2026).

Melalui SBIN, Kemenperin mengedepankan pendekatan forward dan backward linkage guna mengoptimalkan keterkaitan sektor hulu, manufaktur dan jasa.

Baca juga: Menperin Agus Gumiwang Janji Kawal Penerapan Gas Murah Bagi Industri: Nobody Left Behind!

Pendekatan ini dilakukan untuk memperkuat rantai pasok industri nasional, meningkatkan efisiensi produksi, serta memperluas penyerapan tenaga kerja.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved