Selasa, 14 April 2026

Menperin Dorong Industri Pati Ubi Kayu Jadi Penggerak Hilirisasi

Olahan sari pati ubi lokal bisa mendorong hilirisasi di komoditi pertanian dan membantu substitusi bahan pangan impor.

Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
Tribunnews.com/dok Universitas Malang
PATI UBI - Industri pengolahan pati ubi kayu memiliki nilai strategis dan potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia sekaligus mendorong hilirisasi di komoditi pertanian dan membantu substitusi bahan pangan impor. 

Ringkasan Berita:
  • Industri pengolahan ubi kayu memiliki nilai strategis dan potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia.
  • Produk sari pati ubi yang dihasilkan industri lokal bisa mendorong hilirisasi di komoditi pertanian dan membantu substitusi bahan pangan impor.
  • Industri makanan dan minuman menyerap bahan baku pati ubi kayu dan memiliki prospek pertumbuhan kuat di masa datang.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengakselerasi pengembangan industri berbasis sumber daya alam sebagai penguat struktur industri nasional.

Salah satu sektor yang dinilai memiliki nilai strategis dan potensi besar untuk dikembangkan adalah industri pati ubi kayu yang menjadi bagian penting dari rantai pasok industri makanan, minuman hingga nonpangan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pihaknya berkomitmen memperkuat hilirisasi komoditas strategis melalui Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) atau SDIN, yang disusun berdasarkan landasan Asta Cita.

Salah satu fokus implementasi strategi tersebut adalah penguatan backward dan forward linkage industri, termasuk pada industri pati ubi kayu.

"Sebagai perwujudan pelaksanaan SDIN, kami Kemenperin mengakselerasi upaya industrialisasi berbasis sumber daya alam sebagai bagian penguatan backward forward linkage melalui salah satunya komunitas yang memiliki nilai sangat strategis, yaitu pati ubi kayu," tutur Agus dalam sebuah acara di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Baca juga: Bisnis Kuliner Berbahan Dasar Ubi Jadi Potensi Cuan Besar di Indonesia

Industri makanan dan minuman sebagai salah satu pengguna utama pati ubi kayu memiliki prospek pertumbuhan yang kuat.

Pada triwulan 3 tahun 2025, Produk Domestik Bruto (PDB) industri makanan dan minuman tumbuh 6,49 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sebesar 5,58 persen maupun PDB nasional yang tercatat 5,04 persen. Sub-sektor ini juga menjadi kontributor terbesar terhadap PDB industri pengolahan nonmigas.

Sayangny, kinerja industri pati ubi kayu masih menyimpan tantangan. Saat ini terdapat sekitar 125 perusahaan pati ubi kayu di Indonesia dengan tingkat utilisasi baru mencapai 43 persen, berdasarkan data Sistem Informasi Industri Nasional (SIINAS).

Baca juga: Produktivitas Ubi Cilembu Kelompok Tani Sumedang Naik 35,29 Persen

Dari sisi perdagangan, nilai ekspor pati ubi kayu hingga November 2025 tercatat sebesar 18,7 juta dolar AS, meski masih relatif kecil namun tumbuh signifikan sebesar 58,35 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Di sisi lain, Indonesia masih mengimpor pati ubi kayu senilai 73,8 juta dolar AS, meskipun angka tersebut berhasil ditekan turun 54,59 persen secara tahunan.

"Pati ubi kayu ini merupakan komoditas yang strategis dan memiliki nilai tambah yang tinggi serta dapat dimanfaatkan dalam berbagai turunannya," ungkap Agus.

Menurutnya, pati ubi kayu dapat digunakan sebagai bahan baku produk pangan seperti pemanis, bumbu, makanan ringan, dan mi, serta produk nonpangan seperti kertas, bahan kimia, hingga berpotensi dikembangkan menjadi etanol.

Saat ini, produk pati ubi kayu dalam negeri telah menguasai sekitar 79 persen pasar domestik. Meski demikian, sektor ini masih menghadapi tantangan serius, terutama terkait persaingan harga, kualitas dan tekanan produk impor.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah mendorong sinergi yang lebih kuat antara produsen pati ubi kayu dan industri turunannya. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved