PGN Gandeng PEMA Kaji Potensi Pasokan dan Proyeksi Masa Depan Gas Bumi di Aceh
Kajian mencakup evaluasi pasokan saat ini hingga proyeksi masa depan, termasuk Blok Mubadala dan kebutuhan infrastruktur.
Ringkasan Berita:
- PGN dan PEMA menandatangani MoU kajian bersama pemanfaatan pasokan gas bumi di Aceh sebagai dasar pengembangan industri hilir.
- Kajian mencakup evaluasi pasokan saat ini hingga proyeksi masa depan, termasuk Blok Mubadala dan kebutuhan infrastruktur.
- Sinergi ini diharapkan memperkuat ketahanan energi, mendorong KEK, dan menarik investasi ke Aceh.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menggandeng PT Pembangunan Aceh (Perseroda) dalam rangka mengoptimalkan potensi gas bumi di wilayah Aceh.
Sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang Kajian Bersama Pemanfaatan Pasokan Gas.
Kesepakatan ini diproyeksikan menjadi landasan kuat bagi pengembangan industri hilir berbasis gas bumi.
Hal itu termasuk pemetaan kebutuhan infrastruktur dan identifikasi potensi industri yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi daerah Aceh.
Baca juga: Korupsi Jual Beli Gas, KPK Periksa Direktur dan Sekretaris Perusahaan PGN
Direktur Pengembangan Bisnis PEMA Naufal Natsir Mahmud mengungkapkan bahwa ruang lingkup kajian ini mencakup evaluasi potensi pasokan saat ini hingga proyeksi masa depan, termasuk pemanfaatan Blok Mubadala.
Ia menekankan bahwa stabilitas suplai energi menjadi kunci utama untuk membangkitkan ekonomi daerah, terutama dalam masa situasi pemulihan pasca-bencana.
"Dalam upaya untuk membangkitkan roda ekonomi Aceh, dibutuhkan energi yang stabil," kata Naufal dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (24/1/2026).
"PEMA menyadari pentingnya mitra strategis seperti PGN untuk bersama-sama membangun ekosistem gas bumi yang menyeluruh di Aceh," jelasnya.
Terkait investasi, PEMA akan melakukan studi mendalam untuk menyusun tahapan pengembangan yang terukur (tier), mulai dari rencana jangka pendek hingga jangka panjang.
Naufal berharap kerja sama ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi Aceh.
"Kami juga mendorong hilirisasi agar dapat menghadirkan multiplier effect, termasuk penyerapan tenaga kerja yang berkelanjutan bagi masyarakat Aceh," ujarnya.
Aceh Jadi Titik Vital
Senada, Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Mirza Mahendra memandang Aceh sebagai titik vital (key point) untuk memanfaatkan potensi sumber daya alam Aceh bagi ketahanan energi nasional.
Kerja sama tersebut menggabungkan pemahaman lokal PEMA, mandat pembangunan daerah, serta kapabilitas nasional PGN di bidang pengelolaan gas bumi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PT-Perusahaan-Gas-Negara-Tbk-PGN-menggandeng-PT-Pembangunan-Aceh-80.jpg)