Gejolak Rupiah
Rupiah Menguat ke Posisi Rp16.782 per Dolar AS, Didukung Intervensi BI dan Respons Thomas Djiwandono
Penguatan rupiah didukung komitmen Bank Indonesia menjaga stabilitas melalui intervensi pasar serta cadangan devisa yang kuat.
Ringkasan Berita:
- Rupiah pada perdagangan Senin (26/1/2026) ditutup menguat 38 poin ke level Rp16.782 per dolar AS.
- Penguatan didukung komitmen Bank Indonesia menjaga stabilitas melalui intervensi pasar serta cadangan devisa yang kuat.
- Dari eksternal, pasar mencermati rapat The Fed dan dinamika politik AS yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mata uang rupiah pada perdagangan Senin (26/1/2026), ditutup menguat 38 poin ke posisi Rp16.782 per dolar AS.
Rupiah sempat menguat 50 poin pada perdagangan hari ini, di mana penutupan sebelumnya rupiah di level Rp.16.820.
Sedangkan berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah juga menguat 0,35 persen secara harian ke 16.779 per dolar AS.
Baca juga: Rupiah Mulai Menjauhi Level Rp17.000 Usai BI Intervensi, Bagaimana Pergerakan Pekan Depan?
Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas, Ibrahim Assuaibi menyampaikan, penguatan rupiah hari ini didukung dengan pernyataan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah.
"Komitmen BI memberikan sentimen pasar, dengan melakukan intervensi dalam jumlah besar melalui pasar offshore NDF, DNDF (domestic non-delivery forward), serta pasar spot," kata Ibrahim.
Menurutnya, penguatan rupiah juga akan didukung cadangan devisa (cadev) yang dinilai lebih dari cukup untuk melakukan upaya stabilisasi nilai tukar.
Selain itu, kata Ibrahim, pasar merespon positif terhadap Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebagai Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) di Komisi XI DPR RI sore ini.
Thomas dijadwalkan mengikuti fit and proper test pada pukul 16.00-17.00 WIB.
Faktor Eksternal
Adapun sejumlah faktor dari luar negeri yang mempengaruhi pergerakan rupiah yaitu ekspektasi seputar kebijakan moneter AS.
Bank Sentral Amerika, Federal Reserve dijadwalkan melakukan pertemuan kebijakannya pada hari Rabu mendatang.
“Pasar secara luas mengantisipasi bahwa para pembuat kebijakan akan mempertahankan suku bunga tetap,” ucap Ibrahim.
Meskipun jeda kenaikan suku bunga sebagian besar sudah diperhitungkan, investor akan mencermati pernyataan The Fed dan komentar Ketua Jerome Powell untuk mencari petunjuk tentang waktu dan laju potensi penurunan suku bunga di akhir tahun ini.
Selain itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia telah menyelesaikan wawancara untuk Ketua Federal Reserve (Fed) berikutnya dan mengonfirmasi bahwa dirinya telah membuat pilihannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/nilai-tukar-dollar-terhadap-rupiah-kembali-menguat_20220929_210738.jpg)