Kamis, 21 Mei 2026

Dirut BEI Mundur

Dirut BEI Iman Rachman Mundur, Ketua OJK: Saya Tahu dari Youtube

Mahendra Siregar mengetahui Iman Rachman mengundurkan diri dari jabatan sebagai Direktur Utama (Dirut) Burse Efek Indonesia (BEI) dari Youtube.

Tayang:
Tribunnews.com/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
KETUA OJK SOAL IMAN - Ketua Dewan Komisoner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar ketika ditemui di gedung BEI, Jakarta, Jumat (30/1/2026). Ia mengetahui Iman Rachman mengundurkan diri dari jabatan sebagai Direktur Utama (Dirut) Burse Efek Indonesia (BEI) dari Youtube. Dok: Endrapta Pramudhiaz 
Ringkasan Berita:
  • Mahendra baru mengetahui keputusan mundurnya dirut BEI melalui pemberitaan di YouTube
  • Mahendra menyebut surat pengunduran diri tersebut disampaikan Iman kepada Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Komisoner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar mengetahui Iman Rachman mengundurkan diri dari jabatan sebagai Direktur Utama (Dirut) Burse Efek Indonesia (BEI) dari Youtube.

Ia mengaku tidak mendapatkan surat pengunduran diri Iman. Mahendra baru mengetahui keputusan tersebut pagi tadi melalui pemberitaan di YouTube.

Baca juga: Komisi XI DPR Harap Pengganti Iman Rachman sebagai Dirut BEI Prioritaskan Perlindungan Investor

"Tadi pagi (tahu Iman mengundurkan diri). Saya lihatnya di Youtube," katanya ketika ditemui di gedung BEI, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Mahendra menyebut surat pengunduran diri tersebut disampaikan Iman kepada Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi.

Inarno yang berada di sebelah Mahendra menjelaskan bahwa Iman menyampaikan pengunduran diri karena merasa bertanggungjawab atas apa yang terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa hari ke belakang.

IHSG anjlok pada 28-29 Januari dan memicu penerapan trading halt atau penghentian sementara perdagangan saham sebanyak dua kali.

Penurunan IHSG tak lepas dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengumumkan keputusan untuk menerapkan perlakuan sementara terhadap pasar Indonesia dengan membekukan sejumlah perubahan dalam evaluasi indeks.

MSCI membekukan sejumlah perubahan dalam evaluasi indeks, efektif mulai rebalancing Februari 2026.

"Seperti yang disampaikan bahwasannya ini tanggung jawab pribadi dia terhadap itu, tanggung jawab moril dia," kata Inarno.

OJK pun menghargai keputusan Iman mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Utama BEI.

"Kami OJK menghargai keputusan Bapak Iman Rachman untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia," ujar Inarno.

Ia memastikan bahwa pengunduran diri tersebut tidak akan mengganggu keberlangsungan operasional, baik itu dari bursa, kliringnya, dan juga kustodiannya.

Setelah ini, sesuai dengan ketentuan dan juga prosedur yang berlaku, OJK akan menunjuk Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia.

Penunjukan PLT dalam rangka memastikan keseimbangan kepemimpinan pengambilan keputusan strategis serta stabilitas operasional bursa.

OJK yang per Jumat ini sudah mulai berkantor di gedung BEI, kata Inarno, akan mengambil peran utama dalam reformasi keberlanjutan pasar modal.

Reformasi pasar modal tersebut mencakup publikasi data kepemilikan saham di atas maupun di bawah 5 persen untuk tiap kategori pemilik.

Baca juga: Iman Rachman Mundur dari Dirut BEI, Komisi XI DPR Berharap Jadi Alarm Perbaikan Pasar Modal

Kemudian, penerbitan aturan mengenai kewajiban free float minimal sebesar 15 persen.

Selain itu, OJK akan mengawal kekhawatiran MSCI. Jadi, kata Inarno, sebelum Mei 2026, OJK ditargetkan bisa menyelesaikan semuanya.

Terakhir, OJK akan melaksanakan proses demutualisasi disertai penguatan pengawasan serta penegakan aturan.

"Sebagai penutup, kami semua mengingatkan kepada seluruh investor agar tetap tenang dan juga rasional dalam mengambil setiap keputusan untuk berinvestasi," ujar Inarno.

Pada Jumat pagi ini, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengumumkan pengunduran diri dari kursi bos BEI.

Keputusan tersebut diambil setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok selama dua hari terakhir, yang berujung pada penerapan trading halt atau penghentian sementara perdagangan saham sebanyak dua kali.

"Teman-teman sudah mengikuti dua hari terakhir bagaimana kondisi market kita dua hari terakhir, walaupun kondisi kita hari ini membaik, saya ingin menyampaikan statement dan ini tidak ada tanya jawab," kata Iman.

"Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia," lanjutnya.

Ia berharap keputusan dia mengundurkan diri merupakan yang terbaik untuk pasar modal.

"Semoga dengan pengunduran diri saya ini pasar modal kita jadi lebih baik," ujar Iman.

Ia menegaskan pengunduran diri merupakan bentuk tanggung jawabnya selaku Direktur Utama Bursa Efek Indonesia.

"Mudah-mudahan indeks kita yang pagi ini dibuka membaik akan terus membaik di hari-hari berikut," ucap Iman.

Pada Jumat pagi pukul 09.05 WIB, IHSG berada di level 8.348,54. Ini mengalami kenaikan 116,34 poin atau 1,41 persen.

Iman menyatakan kebutuhan administrasi terkait dengan pengunduran dirinya akan mengikuti anggaran dasar BEI.

Setelah pengunduran diri Iman, akan ada pelaksana tugas (PLT) yang ditunjuk hingga penunjukan Dirut definitif.

"Dokumentasi, administrasi, semuanya akan berlaku sesuai ketentuan anggaran dasar kita, nanti akan ada PLT yang ditunjuk berdasarkan aturan kita sampai ditunjuk definitif Direktur Utama yang baru," kata Iman.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved