Rabu, 20 Mei 2026

Gejolak di Pasar Modal, Regulator Diminta Perkuat Akuntabilitas dan Transparansi

Keputusan MSCI menahan rebalancing indeks Indonesia memicu koreksi tajam di pasar saham.

Tayang:
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
KEMEROSOTAN IHSG - Pengunjung mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (30/1/2026). Gejolak pasar modal Indonesia belakangan ini kembali menyorot peran regulator, terutama Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dinilai belum mampu menjaga kredibilitas dan transparansi. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Alasan MSCI: MSCI menyoroti masalah data free float yang tidak kredibel, kepemilikan saham yang kurang transparan, serta perilaku perdagangan terkoordinasi yang merusak pembentukan harga wajar.

Ancaman status: Indonesia diberi waktu hingga Mei untuk menunjukkan perbaikan. Jika gagal, bobot saham RI dalam indeks pasar berkembang bisa diturunkan, bahkan statusnya bisa berubah menjadi frontier market.

Konsekuensi: Goldman Sachs memperkirakan potensi arus keluar investor asing mencapai US$7,8 miliar jika Indonesia turun kasta. Saat ini Indonesia menyumbang sekitar 1 persen bobot dalam indeks MSCI Emerging Markets.

Respons pemerintah: OJK dan BEI menyatakan menerima masukan MSCI sebagai hal positif, dengan rencana meningkatkan persyaratan free float menjadi 15 persen. 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved