Rupiah Dibuka Melemah Rp 16.763 per Dolar AS Rabu Pagi
Nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 9 poin menjadi Rp 16.763 per dolar AS di perdagangan Rabu pagi.
Ringkasan Berita:
- Nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 9 poin menjadi Rp 16.763 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu pagi.
- Pelaku pasar memilih bersikap wait and see atau menahan diri sambil menantikan rilis sejumlah data ekonomi penting AS dalam beberapa hari ke depan.
- Penguatan rupiah Selasa kemarin terjadi di tengah dinamika sentimen global, meski indeks dolar AS tercatat menguat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 9 poin menjadi Rp 16.763 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (4/2/2026) pagi.
Rupiah melemah 0,05 persen dari penutupan sebelumnya yakni Rp 16.754 per dolar AS.
Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, pergerakan rupiah hari ini diperkirakan cenderung berkonsolidasi dengan potensi pelemahan yang masih terbatas terhadap dolar AS.
Menurut dia, pelaku pasar memilih bersikap wait and see atau menahan diri sambil menantikan rilis sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat dalam beberapa hari ke depan.
Selain itu, investor juga menunggu data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal IV 2025 Indonesia yang akan dirilis besok.
"Sentimen domestik masih belum sepenuhnya pulih, terlebih sentimen di Asia diperkirakan akan risk off hari ini mengekori Wall Street. Range Rp 16.700 sampai Rp 16.850," ujar Lukman dalam keterangannya, Rabu.
Selain faktor ekonomi, Lukman menyebut adanya sentimen geopolitik dari kawasan Timur Tengah. Salah satunya adalah laporan bahwa Amerika Serikat menembak jatuh drone Iran yang diarahkan ke kapal induk AS.
Baca juga: Rupiah Menguat ke Rp 16.754 per Dolar AS Pada Selasa 3 Februari
"Sentimen lain mungkin dari Timteng ada eskalasi minor, dimana AS menembak jatuh drone Iran yang diarahkan ke kapal induk AS," tutur Lukman.
Sebelumnya, pada perdagangan Selasa (3/2/2026) sore, rupiah justru ditutup menguat 44 poin ke posisi Rp16.754 per dolar AS, dari sebelumnya Rp16.798 per dolar AS.
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuabi, menjelaskan penguatan rupiah pada Selasa terjadi di tengah dinamika sentimen global, meski indeks dolar AS tercatat menguat.
Namun demikian, Ibrahim memperkirakan rupiah berpotensi kembali melemah pada perdagangan berikutnya.
“Perdagangan besok mata uang rupiah diperkirakan fluktuatif, namun ditutup melemah di kisaran Rp16.750 hingga Rp16.780 per dolar AS,” kata Ibrahim dalam keterangan tertulis.
Baca juga: Senin Sore, Rupiah Melemah ke Level Rp 16.798 per Dolar AS, IHSG ke Zona Merah
Pada perdagangan Selasa (3/2/2026) sore, rupiah menguat 44 poin ke Rp 16.754 per dolar Amerika Serikat (AS) dari Rp 16.798.
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuabi mengungkap bahwa rupiah menguat seiring dengan penguatan indeks dolar AS.
Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas itu pun memperkirakan besok rupiah akan melemah. "Perdagangan besok mata uang rupiah fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp 16.750-16.780," kata Ibrahim dalam keterangan tertulis pada Selasa ini.
Ada sejumlah faktor eksternal yang membuat rupiah menguat pada hari ini. Pertama datang dari persoalan geopolitik yang melibatkan AS dan Iran.
AS dan Iran tengah berdiskusi seputar nuklir. Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan perbicangan ini harus terus berjalan guna mengamankan kepentingan negaranya.
Faktor kedua adalah AS yang memangkas tarif impor barang-barang India menjadi 18 persen dari 50 persen.
Faktor ketiga adalah penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) oleh Presiden AS Donald Trump.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Layanan-Penukaran-Uang-Baru-di-Bale-Asri-Pusdai-Jabar_20250319_100917.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.