Selasa, 2 Juni 2026

Danantara Janji Tak Ada Konflik Kepentingan Jika Masuk Jadi Pemegang Saham BEI

CIO BPI Danantara Pandu Sjahrir berjanji pihaknya tidak akan ada konflik kepenting ketika nantinya menjadi salah satu pemegang saham BEI

Tayang:
Diaz/Tribunnews
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir 

 

Ringkasan Berita:
  • BEI akan bertransformasi menjadi perusahaan terbuka setelah melalui proses demutualisasi.
  • Saat ini, BEI masih beroperasi sebagai self-regulatory organization (SRO) yang sahamnya dikuasai perusahaan sekuritas sebagai anggota bursa

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara Pandu Sjahrir berjanji pihaknya tidak akan ada konflik kepenting ketika nantinya menjadi salah satu pemegang saham PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

BEI akan bertransformasi menjadi perusahaan terbuka setelah melalui proses demutualisasi.

Tahapan tersebut merupakan perubahan status dari lembaga berbasis keanggotaan menjadi entitas korporasi, sehingga kepemilikan sahamnya dapat dimiliki publik maupun pihak lain.

Baca juga: Menkeu Purbaya Buka Peluang Ambil Alih PNM dari Danantara

Saat ini, BEI masih beroperasi sebagai self-regulatory organization (SRO) yang sahamnya dikuasai perusahaan sekuritas sebagai anggota bursa.

"Soal itu (tak ada konflik kepentingan) sangat clear," kata Pandu kepada wartawan di Jakarta, dikutip Kamis (5/2/2026).

Ia mencontohkan bursa saham di Hong Kong dan di India yang sudah melewati proses demutualisasi.

Di kedua negara tersebut, sovereign wealth fund turut menjadi bagian dari struktur kepemilikan saham.

Pandu yakin tidak akan ada konflik kepentingan karena dari segi regulasi masih ada regulator yang memegang kendali.

Di Hong Kong dan Singapura sudah ada regulator yang mengurus bagian regulasi. Sama halnya dengan di Indonesia yang perannya dipegang Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Dari sisi untuk menjaga tidak ada konflik kepentingan, regulator yang memegang, itu malah lebih bagus daripada sekarang," ujar Pandu.

Baca juga: Pandu Sjahrir Buka-bukaan Alasan Danantara Dukung Penuh Demutualisasi Bursa Efek Indonesia

Jika sudah berhasil mencaplok saham BEI setelah demutualisasi, Danantara akan membesarkannya melalui rasio kapitalisasi pasar terhadap PDB.

Di beberapa negara dengan indeks terkemuka dunia, rasio kapitalisasi pasar terhadap PDB disebut bisa mencapai 25 banding 1.

"Rata-rata negara lain berada di kisaran dua hingga tiga kali PDB. Indonesia saat ini baru sekitar 0,6 kali," kata Pandu.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved