Gejolak Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 16.894 per Dolar AS, Imbas Ketegangan Timur Tengah dan Sikap The Fed
Risalah Federal Reserve menunjukkan perbedaan pandangan soal suku bunga, menekan ekspektasi pemangkasan tahun ini.
Sementara dari dalam negeri, sentimen relatif lebih stabil. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak usulan International Monetary Fund (IMF) agar Indonesia menaikkan Pajak Penghasilan (PPh) karyawan guna menjaga defisit APBN di bawah 3 persen PDB. Pemerintah menilai defisit anggaran masih berada di bawah batas maksimal 3 persen.
Oleh karena itu, pemerintah memilih fokus pada perluasan basis pajak dan penutupan kebocoran penerimaan dibandingkan menaikkan tarif pajak.
IMF dalam kajiannya menyarankan kenaikan pajak secara bertahap sebagai opsi pembiayaan investasi publik jangka panjang menuju Visi Emas 2045. Akan tetapi, pemerintah tidak akan menaikkan tarif pajak sebelum kondisi ekonomi benar-benar kuat.
Untuk perdagangan besok, rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif namun masih berpotensi melemah hingga Rp 16.930 per dolar AS, seiring dominasi sentimen global terhadap pergerakan mata uang domestik.
"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 16.890 hingga Rp 16.930," ungkap Ibrahim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/nilai-tukar-rupiah-melemah_20240124_212242.jpg)