Lebaran Rawan Penipuan Digital, Maybank Ingatkan Nasabah Jangan Lengah
Momen libur Lebaran dan mudik biasanya dipenuhi dengan antusiasme belanja dan persiapan pulang kampung.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Momen libur Lebaran dan mudik biasanya dipenuhi dengan antusiasme belanja dan persiapan pulang kampung.
Namun, di balik keriuhan tersebut, para pelaku kejahatan siber justru sedang mengintai kelengahan masyarakat.
Menanggapi hal ini, PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) mengeluarkan imbauan khusus agar nasabah tetap waspada dan tidak membiarkan dana simpanannya jatuh ke tangan yang salah.
Direktur Kepatuhan Maybank Indonesia, Yessika Effendi, mengungkapkan bahwa para penipu kini semakin lihai dalam menggunakan teknik social engineering (rekayasa sosial) dan phishing.
“Modus penipuan digital saat ini bukan lagi soal meretas sistem perbankan, melainkan memanipulasi psikologi nasabah. Pelaku memanfaatkan momentum Lebaran saat orang-orang cenderung lengah atau panik untuk mencuri informasi sensitif seperti OTP, PIN, dan password,” jelas Yessika.
Waspadai "Akting" Pelaku Penipuan
Modus yang paling umum ditemukan adalah pelaku yang menyamar sebagai figur otoritas, mulai dari pegawai bank, petugas pajak, hingga aparat penegak hukum.
Mereka biasanya menghubungi korban dengan skenario menakut-nakuti, seperti adanya "transaksi mencurigakan", lalu mengarahkan korban untuk:
- Mengklik tautan palsu yang menyerupai situs resmi bank.
- Mengunduh file APK berisi malware (virus) yang bisa menyadap ponsel.
- Melakukan share screen melalui WhatsApp dengan dalih bantuan teknis.
- Meminta biaya administrasi atau meterai palsu melalui transfer.
Baca juga: Frekuensi Belanja Online Tinggi di Momen Ramadan, Pakar Siber Bongkar Cara Hindari Penipuan Digital
Jika korban terjebak, pelaku dapat mengambil alih ponsel, membaca notifikasi OTP, hingga menguras saldo melalui aplikasi mobile banking atau e-wallet.
Yessika menegaskan bahwa sistem perbankan Maybank tetap aman, namun keamanan dana nasabah sangat bergantung pada kewaspadaan pribadi.
"Pelaku tidak meretas sistem kami, mereka memanipulasi korban agar menyerahkan 'kunci' aksesnya sendiri. Karena itu, kewaspadaan nasabah adalah benteng utama," tegasnya.
Untuk menjaga agar libur Lebaran tetap tenang, Maybank Indonesia membagikan 4 Protokol Keamanan Utama:
- Gunakan Jalur Resmi: Selalu bertransaksi melalui kanal resmi seperti M2U ID Web atau aplikasi M2U ID App yang diunduh langsung dari Play Store atau App Store (cari dengan kata kunci “Maybank2u ID”).
- Jaga Kerahasiaan "Kunci": Jangan pernah membagikan OTP, PIN, TAC, passcode Secure2u, atau kode CVV/CVC kartu kredit kepada siapa pun. Ingat, pihak bank tidak pernah meminta data tersebut.
- Abaikan Tautan Asing: Jangan klik tautan atau unduh file dari nomor tidak dikenal di WhatsApp atau email.
- Tetap Tenang & Putus Komunikasi: Jika menerima telepon atau pesan mencurigakan tentang transaksi ilegal, jangan panik. Segera putus komunikasi dan hubungi layanan resmi.
Layanan Pengaduan 24/7
Jika Anda menemui aktivitas mencurigakan pada akun Maybank Anda, segera hubungi Maybank Customer Care 24/7 di nomor 1500611 (dalam negeri), +6278869811 (luar negeri), atau melalui email di customercare@maybank.co.id.
"Keamanan transaksi digital adalah tanggung jawab bersama. Dengan tetap waspada, kita semua bisa menikmati momen Lebaran dengan nyaman dan tenang tanpa gangguan kejahatan siber," tutup Yessika.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ILUSTRASI-PENIPUAN-DIGITAL.jpg)