Isu BBM Habis dalam 21 Hari Imbas Konflik Timur Tengah, DPR Bakal Panggil Menteri ESDM
Menurutnya, DPR akan segera memanggil Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, untuk membahas ketersediaan BBM nasional.
Ringkasan Berita:
- Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan, menanggapi isu stok BBM nasional yang disebut hanya cukup untuk 21–25 hari akibat konflik Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
- Ia menyatakan DPR akan segera memanggil Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk membahas ketersediaan BBM setelah masa reses berakhir.
- Putri menekankan pentingnya memperkuat ketahanan energi nasional, salah satunya dengan memperbesar kapasitas penyimpanan BBM, agar pasokan tetap terjaga.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Putri Zulkifli Hasan, merespons perihal isu stok BBM nasional hanya cukup untuk 21 hari, imbas dari konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).
Menurutnya, DPR akan memanggil Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, untuk membahas ketersediaan BBM nasional.
Rencananya, pemanggilan tersebut akan dilakukan usai masa reses DPR berakhir.
"Kebetulan memang sekarang kan masa reses, sehingga para anggota masih di dapil (daerah pemilihan) masing-masing. Tapi nanti setelah dimulai masa persidangan, pasti akan segera diagendakan untuk membahas masalah ketahanan BBM ini," kata Putri kepada wartawan, Jumat (6/3/2026).
Putri mengaku telah mendapat isu mengenai stok BBM nasional akan habis dalam 21 hingga 25 hari.
Sebab itu, menurutnya pemerintah sedang menyiapkan upaya memperkuat ketahanan energi, satu di antara caranya dengan memperbesar kapasitas penyimpanan BBM.
"Pak Menteri juga sudah menyampaikan bahwa arahan langsung dari Bapak Presiden itu storage (penyimpanan) kita nanti akan diperbesar. Memang sekarang storage kita itu hanya cukup untuk 21 sampai dengan 25 hari," ujar Ketua Fraksi PAN DPR RI itu.
Lebih lanjut Putri menuturkan, lokasi penyimpanan BBM yang lebih besar, rencananya akan dibangun di Pulau Sumatera.
"Jadi ke depannya akan dibangun storage yang lebih besar, kemungkinan di Provinsi Sumatera sedang dijajaki dulu," ucapnya.
"Saya rasa ini momentum yang tepat, memang ketahanan energi dan swasembada energi itu menjadi sesuatu yang sangat penting agar kita bisa memiliki kecukupan energi di Indonesia," tandasnya.
Pertamina Patra Niaga: Stok BBM Aman
PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Terkait isu stok BBM tersisa sekitar 21 hari yang ramai diperbincangkan belakangan ini, dipastikan kalau itu merupakan stok atau pasokan operasional yang secara normal dikelola dalam sistem logistik energi nasional.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun memastikan pasokan operasional yang dimaksud tersebut merupakan pasokan BBM yang disimpan dan sudah memenuhi kapasitas penimbunan BBM secara nasional yang akan disalurkan kepada masyarakat.
Meski demikian, jumlah pasokan tersebut bersifat dinamis dan terus diperbarui atau dipenuhi kembali sesuai dengan kebutuhan konsumsi energi masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Menteri-ESDM-Bahlil-Lahadalia-32103.jpg)