Kamis, 28 Mei 2026

Antrean BBM Mengular di Banyak Daerah, Pertamina Jamin Amankan Pasokan

Pertamina meminta masyarakat tidak panik beli karena pasokan bahan bakar minyak (BBM) dalam kondisi aman di tengah perang AS-Israel Vs Iran.

Tayang:
Tribunnews.com/Tribun Medan/Haikal Faried Hermawan
ANTRE BBM - Masyarakat mengantre di sebuah SPBU di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Perintis, Kecamatan Medan Timur, untuk membeli BBM, Jumat (6/3/2026) pagi. 

Atas hal itu, dia meminta kepada publik untuk tidak perlu khawatir soal ketersediaan BBM nasional.

"Stok ini terus dilakukan top-up / re-fill atau penambahan produk melalui produksi dari kilang domestik maupun pengadaan impor yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya, secara rutin berkala juga dilakukan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM," ujar dia.

Ia menambahkan, Pertamina Patra Niaga memiliki sistem pengelolaan rantai pasok energi yang terintegrasi, mulai dari pengadaan minyak mentah dan produk BBM, pengolahan di kilang, transportasi, hingga distribusi ke berbagai wilayah Indonesia. 

Sistem ini memastikan ketersediaan energi tetap terjaga dan dapat diakses masyarakat secara merata.

Menanggapi dinamika geopolitik global, termasuk perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah, Pertamina Patra Niaga juga telah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga ketahanan pasokan energi nasional.

Kata dia, setidaknya ada beberapa poin yang dilakukan Pertamina sebagai opsi menjaga pasokan BBM tetap aman untuk masyarakat, terutama diversifikasi pasokan impor.

"Pertamina Patra Niaga terus memantau perkembangan situasi global dan telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, antara lain melalui diversifikasi sumber pasokan minyak mentah dan produk BBM, penguatan ketahanan logistik dan distribusi, optimalisasi operasi kilang dalam negeri, serta peningkatan koordinasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan," tandas Roberth.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) Indonesia hanya berkisar 21-25 hari.

Bahlil menjelaskan, rata-rata stok BBM nasional hanya 21-23 hari bukan karena keterbatasan pasokan energi, tetapi keterbatasan fasilitas penyimpanan atau storage.

"Kapasitas tangki yang ada belum memungkinkan penambahan cadangan dalam jumlah lebih besar. Kalau kita mau tambah, kita simpan di mana? Storage-nya memang belum cukup,” ujarnya.

Pemerintah telah menyiapkan langkah untuk meningkatkan kapasitas storage guna memperkuat ketahanan energi nasional atas arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Arahan Bapak Presiden Prabowo memerintahkan kepada kami untuk segera membangun storage supaya ketahanan energi kita ada. Storage-nya berapa lama? Insya Allah rencana sampai dengan tiga bulan," katanya.

Pernyataan Bahlil soal stok BBM tersisa 21 hari itu langsung viral dan menuai beragam reaksi di masyarakat. 

Di beberapa wilayah bahkan terjadi antre BBM yang mengular akibat masyarakat yang panic buying.  Setelah kejadian ini viral, kini Bahlil pun menyampaikan klarifikasi soal ucapannya tersebut. 

Bahlil menjelaskan, stok BBM yang ia maksud bukanlah cadangan untuk kondisi darurat, melainkan kemampuan daya tampung atau storage yang sudah dimiliki oleh Indonesia. 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved