Minggu, 26 April 2026

Ramai soal Terbatasnya Pasokan BBM, Menhub Pastikan Cadangan Avtur dan BBM Aman hingga Lebaran

Menteri Perhubungan RI (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan stok Avtur dan bahan bakar minyak hingga Lebaran dipastikan aman

Editor: Sanusi
Tribunnews.com/HO
Menteri Perhubungan RI (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan stok Avtur dan bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan bermotor akan aman hingga lebaran IdulFitri yang dimungkinkan akan jatuh pada pertengahan Maret 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah akan memastikan pasokan terhadap BBM akan terpenuhi untuk masyarakat
  • Pasokan BBM di Indonesia hanya 21 hari memang merupakan kondisi yang umum, bukan hanya karena dipengaruhi oleh konflik suatu negara

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perhubungan RI (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan stok Avtur dan bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan bermotor akan aman hingga lebaran IdulFitri yang dimungkinkan akan jatuh pada pertengahan Maret 2026.

Kata Dudy, meski saat ini konflik di Timur Tengah memanas usai adanya serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran, namun pemerintah akan memastikan pasokan terhadap BBM akan terpenuhi untuk masyarakat.

"Jadi kalau seperti sekarang misalnya terjadi apa krisis di Timur Tengah itu berpengaruh maka kita akan langsung terasa dampaknya. Alhamdulillah nanti sampai Lebaran masih karena cadangan avtur kita atau BBM kita masih cukup," kata Dudy saat jumpa media, di Jakarta, Jumat (6/3/2026) malam.

Dudy lantas membeberkan soal pernyataan Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia yang belakangan ini menimbulkan polemik soal sisa pasokan BBM hanya 21 hari.

Kata dia, pasokan BBM di Indonesia hanya 21 hari memang merupakan kondisi yang umum, bukan hanya karena dipengaruhi oleh konflik suatu negara.

Hal itu didasari karena Indonesia tidak memiliki storage atau penyimpanan minyak mentah yang memadai untuk jangka waktu lebih dari 21-23 hari.

"Memang storage 21 hari itu sebenarnya mengukur storage-nya kalau lebih kita enggak bisa nampung," ucap Dudy.

Meski demikian, Dudy memastikan kalaupun stok atau pasokan yang 21 hari itu habis, pemerintah senantiasa menambahkan kembali cadangan minyaknya.

Baca juga: Bahlil Sebut Stok BBM Indonesia Masih Aman, Imbau Warga Tak Panic Buying Akibat Konflik Timur Tengah

Dengan begitu, dia memastikan, bukan berarti saat cadangan BBM selama 21 hari itu habis pemerintah melalui Dewan Energi Nasional (DEN) akan diam saja. Pemerintah kata dia, akan selalu menambah sisa cadangan yang ada.

"Jadi diupayakan supaya 21 karena storage-nya enggak ada. Jadi 21 hari ini dimaknai bukan 21 hari habis tapi kita harus me-maintain bahwa 21 itu adalah cadangan batas minimum yang harus kita sediakan gitu," ucap dia.

Mengingat saat ini kondisi di Selat Hormuz sedang tidak memungkinkan untuk melakukan impor minyak mentah, maka kata Dudy pemerintah sedang mencari cara lain untuk tetap bisa mengekspor BBM agar pasokan tetap terjaga nantinya.

Kata dia, pemerintah akan membidik beberapa negara produsen minyak mentah yang jalur pasokannya tidak terpengaruh pada penutupan Selat Hormuz oleh Iran.

"Nah caranya menambah karena kan memang yang di Hormuz itu kan 20 persen dari secara total global tapi kan kita masih ada tempat-tempat lain yang bisa mendapatkan BBM tersebut. Kalau saya lihat kemarin itu ada beberapa negara yang sepertinya tidak terlalu terdampak dari lokasi konflik," kata dia.

"Ada beberapa negara yang sebagai pengekspor minyak masih bisa memenuhi apa namanya kebutuhan kita," tandas Dudy.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved