Jumat, 10 April 2026

Menjelang Lebaran, Utilisasi Industri Makanan dan Minuman Tembus 80 Persen

peningkatan produksi tersebut tercermin dari naiknya tingkat utilisasi industri makanan dan minuman

Editor: Sanusi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Calon pembeli memilih makanan di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Minggu (23/7/2023). 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna memastikan ketersediaan bahan baku industri agar produksi tetap terjaga
  • Pemerintah turut memperhatikan kelancaran distribusi produk selama periode Lebaran dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Untuk memenuhi lonjakan permintaan selama periode Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah, industri makanan dan minuman (mamin) dalam negeri meningkatkan kapasitas produksi.

Inspektur Jenderal Kementerian Perindustrian M. Rum mengatakan, peningkatan produksi tersebut tercermin dari 
naiknya tingkat utilisasi industri makanan dan minuman yang kini berada pada kisaran 70 hingga 80 persen.

“Saat ini tingkat utilisasi industri makanan dan minuman berada pada kisaran 70 sampai 80 persen, meningkat dari rata-rata utilisasi sebelumnya sekitar 60 persen,” kata Rum saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Bazaar Lebaran 2026 Kementerian Perindustrian di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Baca juga: Sidak Pasar Kopro, Polda Metro Temukan Harga Bahan Pokok Melampaui HET

Menurut dia, kenaikan utilisasi tersebut menunjukkan kesiapan produsen dalam mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap berbagai produk pangan olahan selama Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah strategis guna memastikan ketersediaan bahan baku industri agar produksi tetap terjaga selama periode peningkatan permintaan.

Langkah tersebut antara lain melalui pengoptimalan instrumen neraca komoditas serta upaya menjamin pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap produk makanan dan minuman.

Selain itu, pemerintah turut memperhatikan kelancaran distribusi produk selama periode Lebaran dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas.

Rum menambahkan, sektor industri agro termasuk industri makanan dan minuman memiliki peran penting dalam menopang perekonomian nasional.

Pada 2025, sektor industri agro tercatat berkontribusi sebesar 52,09 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) industri nonmigas dan sekitar 9 persen terhadap PDB nasional, dengan pertumbuhan mencapai 4,95 persen.

Baca juga: Mentan Amran Ngaku Ditegur Istri Akibat Harga Bahan Pokok Naik Jelang Ramadan 2026

“Industri agro menjadi salah satu pilar penting yang menopang pertumbuhan industri nasional sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Kementerian Perindustrian juga terus mendorong penguatan sektor industri agro melalui program hilirisasi komoditas berbasis sumber daya alam dalam negeri.

Melalui strategi tersebut, komoditas unggulan daerah seperti kakao, sagu, dan kelapa diharapkan dapat diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi di sektor pangan, farmasi, kosmetik, hingga bioenergi.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved