Iran Vs Amerika Memanas
Bahlil Klarifikasi soal Stok BBM Tinggal 21 Hari Lagi, Warga Tak Perlu Panic Buying
Fenomena panic buying terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia karena isu stok BBM yang hanya tinggal 21 hari di tengah perang Timur Tengah.
Ringkasan Berita:
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia minta masyarakat tidak panic buying BBM karena stok BBM mencukupi.
- Perang di Timur Tengah memunculkan kekhawatiran stok BBM akan habis.
- Bahlil mengatakan stok BBM yang tinggal 21-25 hari karena memang kapasitas penyimpanan atau storage yang dimiliki Indonesia hanya bisa selama itu.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Fenomena panic buying terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia karena isu stok BBM yang hanya tinggal 21 hari di tengah perang Timur Tengah.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia minta masyarakat tidak panic buying BBM karena stok BBM mencukupi.
"Saya menyarankan dan meminta tidak perlu ada panic buying karena memang stok BBM kita cukup," kata Bahlil di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 10/3/2026).
Panic buying perilaku masyarakat yang membeli barang kebutuhan dalam jumlah besar secara mendadak karena takut kehabisan stok.
Perang di Timur Tengah memunculkan kekhawatiran stok BBM akan habis.
Menurut Bahlil, stok BBM yang hanya 21-25 hari tersebut karena memang kapasitas penyimpanan atau storage yang dimiliki Indonesia hanya bisa selama itu.
Selain itu, kata Bahlil, sekarang ini tidak ada masalah dalam penyediaan dan penyaluran BBM.
Distribusi BBM terus berputar dan tidak ada masalah dalam pasokan.
"Jadi yang dimaksud 21 hari sampai 25 hari itu adalah storage kita tapi itu kan dia pergi dan dateng lagi. Industri kita jalan terus dan impor kita gak ada masalah. Apalagi dari Timur Tengah, itu kita cuma impor crude minyak mentahnya sementara minyak jadinya kita impor dari negara Asia Tenggara dan produksi dalam negeri," katanya.
Oleh karena, kata Bahlil, masyarakat tidak perlu panik membeli BBM karena stoknya masih aman.
"Jadi harusnya gak perlu ada sampai begitu ya (panic buying)," pungkasnya.
Panic buying di sejumlah daerah
Fenomena panic buying bahan bakar minyak (BBM) terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia pada awal Maret 2026 seperti di Jember, Medan, dan Aceh.
Antrean panjang di SPBU dipicu oleh isu kelangkaan bahan bakar akibat konflik Israel-AS dengan Iran dan kabar penutupan Selat Hormuz.
Selain itu, pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia Bahlil Lahadalia yang menyebut stok BBM hanya cukup untuk 20 hari membuat masyarakat panik.
Masyarakat mulai melakukan penimbunan BBM sejak Kamis (5/3/2026) sehingga antrean di sejumlah SPBU mengular.
Di Jember, Jawa Timur, antrean SPBU mengular ke jalan dari pukul 05.30 WIB hingga 14.00 WIB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Menteri-ESDM-Bahlil-Lahadalia-memberikan-keterangan-di-Istana-Kepresidenan.jpg)