Senin, 20 April 2026

Mudik Lebaran 2026

Upaya Tekan Kecelakaan di Arus Mudik Butuh Partisipasi Publik yang Kuat

Untuk mengatasi kelelahan di perjalanan, pengemudi harus beristirahat berkisar 15-20 menit setiap interval 2 jam berkendara.

Penulis: Sanusi
Editor: Choirul Arifin
HO/IST/dok.
RISIO KECELAKAAN - Diskusi Berkendara Aman & Selamat yang digelar Jarak Aman di Jakarta, Selasa (10/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Partisipasi publik yang kuat berkontribusi dalam menekan kasus maupun fatalitas kecelakaan lalu lintas jalan
  • Data Operasi Ketupat 2025 menyebutkan ada 3.181 kasus kecelakaan dan merenggut 787 korban jiwa
  • Untuk mengatasi kelelahan di perjalanan, pengemudi harus beristirahat berkisar 15-20 menit setiap interval 2 jam berkendara.
 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partisipasi publik, khususnya para pemudik, menjadi kunci untuk menekan fatalitas kecelakaan lalu lintas jalan saat musim mudik Lebaran tahun 2026.

"Kita tahu bahwa faktor manusia merupakan pemicu kecelakaan lalu lintas jalan yang dominan. Karena itu, para pemudik perlu meningkatkan kesadaran berlalu lintas yang rendah risiko guna memangkas fatalitas kecelakaan di jalan," ujar Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), Edo Rusyanto dalam diskusi Berkendara Aman & Selamat yang digelar Jarak Aman di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Dia menegaskan, partisipasi publik punya andil besar untuk menekan kasus maupun fatalitas kecelakaan lalu lintas jalan. Caranya dengan memahami potensi terjadinya kecelakaan saat berkendara, termasuk menerapkan manajemen perjalanan mudik yang sehat dan selamat.

“Pemudik perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum bepergian dan secara disiplin beristirahat guna menjaga kebugaran sebagai bekal senantiasa berkonsentrasi saat berkendara," saran Edo Rusyanto.

Edo menilai, penurunan kasus dan fatalitas kecelakaan saat musim mudik Lebaran tahun 2025, selain buah dari sinergisitas para pemangku kepentingan keselamatan jalan, ada juga unsur partisipasi publik. Partisipasi itu berupa kesadaran pentingnya berlalulintas jalan yang aman dan selamat.

“Mengutip data periode Operasi Ketupat Korlantas Polri tahun 2025, kasus kecelakaan selama periode itu turun sekitar 31 persen, sedangkan fatalitas atau korban meninggal dunia turun 53 persen," terang Edo Rusyanto.

Baca juga: 3,5 Juta Kendaraan Diprediksi Padati Ruas Tol, Puncak Arus Mudik 18 Maret

Dia menjelaskan, data Operasi Ketupat 2025 itu menyebutkan ada 3.181 kasus kecelakaan dan merenggut 787 korban jiwa.

Sementara itu, Senior Trainer Global Defensive Driving Consulting (GDDC) Lilik Andi Baryono menyatakan, semua akan sia-sia setelah terliat kecelakaan. Tidak hanya merugikan kesehatan, tapi juga harta benda, waktu hingga masa depan atau karir.

Baca juga: Empat Ruas Tol Jasa Marga Beroperasi Fungsional untuk Dukung Mudik Lebaran

"Karena itu, kecelakaan harus dicegah. Kita tahu, penyebab umum kecelakaan adalah soal gagalnya antisipasi saat berkendara," ujar Lilik.

Kegagalan mengantisipasi situasi saat mengemudi salah satunya dipicu oleh sang pengemudi kelelahan. Karena itu, untuk mengatasi kelelahan, pengemudi harus beristirahat berkisar 15-20 menit setiap 2 jam berkendara. "Selain itu, hindari konsumsi kafein berlebih dan perbanyak konsumsi air putih," tambah Lilik.

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved