Minggu, 19 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Pasar Energi Bergejolak Imbas Perang Israel-AS Vs Iran, Kanada Ikut Lepas Cadangan Minyak Global

Kanada akan menyumbangkan sekitar 23,6 juta barel minyak sebagai bagian dari pelepasan darurat yang melibatkan 32 negara anggota IEA.

HO/IST
KAPAL MINYAK - Ilustrasi. Kanada akan menyumbangkan sekitar 23,6 juta barel minyak sebagai bagian dari pelepasan darurat yang melibatkan 32 negara anggota IEA. 
Ringkasan Berita:
  • Kanada akan melepas sekitar 23,6 juta barel minyak dalam program cadangan darurat yang dikoordinasikan International Energy Agency.
  • Langkah ini diambil setelah gangguan pengiriman minyak di Selat Hormuz akibat konflik Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
  • Harga minyak Brent Crude melonjak di atas USD103 per barel sejak eskalasi konflik.

 

TRIBUNNEWS.COM - Pasar energi global tengah menghadapi tekanan besar setelah konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memicu gangguan pengiriman minyak di kawasan Timur Tengah, khususnya di jalur vital Selat Hormuz.

Situasi tersebut mendorong negara-negara konsumen energi dunia mengambil langkah darurat untuk menjaga stabilitas pasokan minyak.

Sebagai respons terhadap krisis tersebut, Kanada menyatakan akan ikut berpartisipasi dalam pelepasan cadangan minyak global yang dikoordinasikan oleh International Energy Agency (IEA), menurut Al Jazeera.

Baca juga: BREAKING NEWS: AS Serang Pulau Kharg, Jantung Kerajaan Minyak Iran

Kanada akan menyumbangkan sekitar 23,6 juta barel minyak sebagai bagian dari pelepasan darurat yang melibatkan 32 negara anggota IEA.

Program ini dilakukan setelah terganggunya pengiriman minyak melalui Selat Hormuz akibat meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.

Langkah tersebut juga disebut sebagai bagian dari perpanjangan izin pengeboran minyak strategis terbesar dalam sejarah IEA.

Pejabat pemerintah Kanada menyatakan negara itu -yang merupakan produsen minyak terbesar keempat di dunia - akan memasok minyak melalui industri domestik yang bekerja sama dengan otoritas federal dan pemerintah provinsi.

Selain minyak, Kanada juga memperkirakan ekspor gas alam akan meningkat dalam beberapa bulan ke depan guna membantu menstabilkan pasokan energi global.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik telah memicu lonjakan tajam harga minyak dunia. Data pasar menunjukkan harga minyak mentah acuan internasional Brent Crude melonjak lebih dari 42 persen sejak serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu perang di kawasan tersebut.

Harga Brent tercatat naik dari 72,48 dolar AS per barel pada 27 Februari menjadi 103,14 dolar AS pada penutupan perdagangan terbaru. Dalam sepekan terakhir saja, harga minyak tersebut meningkat sekitar 11 persen.

Kenaikan juga terjadi pada minyak acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), yang melonjak lebih dari 47 persen sejak awal konflik hingga mencapai 98,71 dolar AS per barel.

 

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved