Rabu, 3 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

5 Kali Donald Trump Memarahi Netanyahu, dari Perang Gaza hingga Konflik Iran

Sejak 2025 hingga 2026, Donald Trump beberapa kali dilaporkan memarahi Benjamin Netanyahu terkait perang Gaza, konflik Lebanon, dan nuklir Iran.

Tayang:
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Suci BangunDS

Ringkasan Berita:
  • Sejak 2025 hingga 2026, Donald Trump beberapa kali dilaporkan memarahi Benjamin Netanyahu terkait perang Gaza, konflik Lebanon, dan negosiasi nuklir Iran.
  • Meski sering terjadi ketegangan dalam percakapan pribadi, kebijakan dukungan AS terhadap Israel secara umum tidak mengalami perubahan besar.
  • Di tengah hubungan yang kerap memanas dengan Netanyahu, pemerintahan Trump tetap melanjutkan upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan nuklir dengan Iran.

TRIBUNNEWS.COM - Pada Januari 2024, media AS Axios melaporkan bahwa Presiden Amerika Serikat saat itu, Joe Biden, mulai kehilangan kesabaran terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait perang di Gaza.

Perang telah berlangsung selama berbulan-bulan saat itu, sementara Biden menghadapi tekanan publik atas dukungan AS terhadap konflik tersebut.

Konflik itu terus berlanjut hingga akhir masa jabatan Biden dan merembet ke 10 bulan pertama masa kepresidenan kedua Donald Trump.

Sejak saat itu, media terus menerbitkan laporan anonim mengenai keretakan hubungan dan percakapan telepon yang menegangkan antara Trump dan Netanyahu.

Meski demikian, dukungan AS terhadap sekutunya di Timur Tengah itu tidak pernah benar-benar goyah.

Laporan terbaru yang juga bersumber dari percakapan anonim mengenai adu mulut dan kemarahan antara kedua pemimpin kembali muncul pekan ini dan menyebar luas di media internasional.

Axios melaporkan pada Senin (1/6/2026) bahwa Trump menyebut Netanyahu "sangat gila" dan memakinya terkait eskalasi serangan Israel di Lebanon.

Pada waktu yang hampir bersamaan, serangan Israel menewaskan enam orang, termasuk dua anak-anak, di Kota Al-Marwaniyah, Lebanon selatan.

Baca juga: Rumor Perseteruan Trump dan Netanyahu Mencuat, Analis: Bisa Jadi Hanya Perang Narasi

Para ahli menilai bahwa terlepas dari bocoran perselisihan dan kata-kata kasar antara para pemimpin AS dan Netanyahu, yang paling penting adalah kebijakan yang diterapkan, dan sejauh ini kebijakan tersebut nyaris tidak berubah.

Ryan Costello, Direktur Kebijakan National Iranian American Council Action (NIAC), mengatakan para pengamat politik mulai mengejek laporan tentang kemarahan presiden AS terhadap Netanyahu di balik layar.

"Yang benar-benar penting adalah apa yang sebenarnya terjadi dalam praktiknya," kata Costello kepada Al Jazeera.

Ini bukan pertama kalinya Donald Trump memarahi Netanyahu karena sikapnya yang dianggap mencoba memengaruhi kebijakan luar negeri AS.

BAHAS IRAN - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dalam sebuah pertemuan. Keduanya bertemu pada Rabu (11/2/2026) di Washington DC, AS, untuk membahas soal Iran seiring berlangsungnya negosiasi AS dengan Teheran.
BAHAS IRAN - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dalam sebuah pertemuan. Keduanya bertemu pada Rabu (11/2/2026) di Washington DC, AS, untuk membahas soal Iran seiring berlangsungnya negosiasi AS dengan Teheran. (Tribunnews.com/Tangkap Layar/Khaberni)

Januari 2025

Mengutip TRT World, pada 10 Januari 2025, Trump melakukan intervensi besar pertamanya melalui utusan khusus Timur Tengah, Steve Witkoff.

Ia mendesak Netanyahu menerima kesepakatan gencatan senjata Gaza, yang merupakan kerangka kerja yang telah dibangun tim Joe Biden selama berbulan-bulan.

Netanyahu awalnya menolak, tetapi akhirnya menyerah.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved