Pontjo Sutowo Dorong Transformasi Ekonomi Indonesia Berbasis Pengetahuan
Pontjo Sutowo, menegaskan pentingnya transformasi ekonomi Indonesia menuju ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy).
Ringkasan Berita:
- Ketua Aliansi Kebangsaan Pontjo Sutowo menekankan pentingnya transformasi ekonomi Indonesia menuju ekonomi berbasis pengetahuan
- Ia menilai ketergantungan pada sumber daya alam harus dikurangi dengan memperkuat inovasi, teknologi, dan kualitas SDM
- Transformasi ini dinilai penting untuk mewujudkan kesejahteraan yang adil menuju Indonesia Emas 2045.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Aliansi Kebangsaan, Pontjo Sutowo, menegaskan pentingnya transformasi ekonomi Indonesia menuju ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy).
Hal itu disampaikannya dalam Forum Group Discussion (FGD) bertema Peta Jalan Transformasi Menuju Ekonomi Berbasis Pengetahuan yang digelar secara daring, Jumat (13/3/2026).
Aliansi Kebangsaan adalah organisasi yang didirikan pada 28 Oktober 2010 sebagai wadah refleksi kebangsaan, advokasi kebijakan, dan forum diskusi strategis lintas sektor.
Menurut Pontjo, konsep ekonomi berbasis pengetahuan penting untuk mendorong kesejahteraan masyarakat yang lebih adil dan merata sebagaimana dicita-citakan para pendiri bangsa.
Ia menekankan bahwa sistem ekonomi nasional harus bersifat inklusif, sehingga seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi sebagai pelaku ekonomi.
“Ekonomi yang inklusif berarti tidak ada satu pun yang tertinggal. Semua masyarakat harus memiliki peluang untuk berkembang,” ujarnya.
Pontjo menilai Indonesia masih menghadapi tantangan untuk keluar dari pola ekonomi warisan kolonial yang bergantung pada eksploitasi sumber daya alam dan ekspor komoditas mentah.
Padahal, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah paradigma ekonomi global, di mana kekuatan negara kini lebih ditentukan oleh kapasitas inovasi dan teknologi.
Ia mencontohkan sejumlah negara seperti Jepang, Korea Selatan, Singapura, Taiwan, dan China yang berhasil meningkatkan kesejahteraan melalui pengembangan ekonomi berbasis pengetahuan.
Pontjo juga menyoroti beberapa tantangan utama yang perlu diperbaiki, antara lain kualitas sumber daya manusia, penguatan ekosistem inovasi nasional, serta keterlibatan dunia usaha dalam mengembangkan teknologi dan hasil riset.
Menurutnya, transformasi ekonomi tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Dunia usaha juga harus berperan aktif dalam mengembangkan dan memanfaatkan inovasi.
“Transformasi ekonomi tidak bisa hanya bergantung pada negara. Dunia usaha memiliki peran strategis dalam mengembangkan dan memasarkan hasil inovasi,” katanya.
Pontjo menambahkan bahwa agenda transformasi ekonomi tersebut sejalan dengan arah pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025–2045 yang menargetkan perubahan struktur ekonomi Indonesia menuju industri berteknologi tinggi.
Ia menegaskan bahwa transformasi menuju ekonomi berbasis pengetahuan harus tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan bertujuan menciptakan kemakmuran yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/transformasi-ekonomi-kjsl.jpg)