Sabtu, 25 April 2026

Mudik Lebaran 2026

3 Cara Mudah Cek Cuaca Jalur Mudik Lebaran 2026 dari BMKG, Bisa Pantau Rute Perjalanan

Sebelum memulai perjalanan mudik, pemudik bisa memantau cuaca perjalanan secara real-time melalui laman BMKG.

BMKG
CUACA PERJALANAN MUDIK - Tangkapan layar laman bmkg.go.id pada Minggu (15/3/2026). Sebelum memulai perjalanan mudik, pemudik bisa memantau cuaca perjalanan secara real-time melalui laman BMKG. 

Ringkasan Berita:
  • Pemudik dapat memantau kondisi cuaca jalur mudik Lebaran 2026 melalui aplikasi resmi InfoBMKG yang menampilkan prakiraan cuaca berdasarkan lokasi secara real time.
  • Informasi cuaca rute perjalanan juga bisa dicek melalui situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika dengan memilih menu cuaca transportasi darat dan jalur perjalanan.
  • Masyarakat dapat mencari rute perjalanan atau lokasi tujuan untuk mengetahui prakiraan cuaca di sepanjang jalur mudik yang akan dilalui.

TRIBUNNEWS.COM - Setiap menjelang lebaran, perjalanan masyarakat menuju kampung halaman meningkat tajam.

Tradisi yang dikenal sebagai mudik lebaran ini menjadi salah satu momen perpindahan masyarakat terbesar di Indonesia setiap tahunnya,

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa secara umum kondisi atmosfer di sebagian besar wilayah Indonesia masih cukup kondusif pada awal periode mudik lebaran 2026.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu panik, namun tetap disarankan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan perubahan cuaca selama perjalanan.

“Tetap pantau informasi cuaca darat, laut, dan udara yang terbarui untuk menyesuaikan rencana perjalanan mudik melalui berbagai kanal resmi BMKG,” katanya, dikutip dari laman bmkg.go.id, Minggu (15/3/2026).

Menurutnya, kebiasaan memantau pembaruan cuaca secara berkala dapat membantu pemudik menyesuaikan rencana perjalanan sehingga tetap aman dan nyaman.

Sementara itu, Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa aktivitas atmosfer di wilayah Indonesia masih cukup dinamis. 

Fenomena atmosfer seperti Madden–Julian Oscillation yang masih aktif, bersama dengan pengaruh Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin, berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan peluang hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa daerah. 

Pada periode 14–17 Maret 2026, hujan diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Sumatera serta Jawa bagian tengah dan timur. 

Kemudian pada 18–20 Maret 2026, potensi hujan juga dapat muncul di beberapa wilayah Sulawesi Selatan dan Papua.

BMKG juga mendeteksi peluang terbentuknya awan Cumulonimbus di sejumlah jalur penerbangan, khususnya di kawasan Laut Maluku dan wilayah utara Papua. 

Awan ini dikenal dapat memicu hujan deras, petir, serta turbulensi yang berpotensi memengaruhi aktivitas penerbangan.

“BMKG juga memprediksi potensi gelombang tinggi lebih dari 2,5 meter berpeluang terjadi di Laut Maluku dan Perairan Utara Papua yang dapat memengaruhi aktivitas transportasi laut."

"Selain itu, masyarakat pesisir di wilayah Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan juga perlu mewaspadai potensi banjir rob yang diprakirakan terjadi secara bergantian mulai 14 hingga 19 Maret 2026,” ujarnya.

Baca juga: Catat! Ini Daftar Jalan Tol Fungsional yang Dibuka Saat Mudik Lebaran 2026

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved