Selasa, 12 Mei 2026

Ekspor Kerajinan RI Tembus 806 Juta Dolar AS, Kemenperin Perkuat Akses Pasar IKM

Kemenperin memperkuat akses pasar IKM melalui program business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan buyer dan mitra industri.

Tayang:
HO
EKSPOR IKM - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Kemenperin memperkuat akses pasar IKM melalui program business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan buyer dan mitra industri. 

Ringkasan Berita:
  • Ekspor kerajinan Indonesia pada 2025 mencapai 806,63 juta dolar AS, naik 15,46 persen dibanding 2024.
  • Kemenperin memperkuat akses pasar IKM melalui program business matching yang mempertemukan pelaku usaha dengan buyer dan mitra industri.
  • Kegiatan di Yogyakarta diikuti 50 IKM untuk memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan daya saing produk kerajinan nasional.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perindustrian terus mendorong penguatan Industri Kecil dan Menengah (IKM) kerajinan nasional melalui perluasan akses pasar dan penguatan kemitraan usaha.

Saat ini, produk kerajinan Indonesia menunjukkan kinerja ekspor yang positif. Pada 2025, nilai ekspor kerajinan nasional tercatat mencapai 806,63 juta dolar AS, meningkat 15,46 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 698,62 juta dolar AS.

Pasar utama ekspor antara lain China, Taiwan, Amerika Serikat, Jepang, serta negara-negara di kawasan Eropa.

Baca juga: IKM Bantul Ekspor Enam Kontainer Furnitur Jati ke Eropa

Salah satu upaya memperkuat pasar dilakukan lewat kegiatan business matching yang mempertemukan pelaku IKM dengan buyer dan mitra industri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, forum temu bisnis menjadi langkah strategis untuk membuka peluang kerja sama sekaligus memperluas jaringan pemasaran bagi pelaku IKM kerajinan.

"Melalui forum business matching, pelaku IKM kerajinan dapat berinteraksi langsung dengan buyer dan mitra industri sehingga membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat ekosistem industri kerajinan nasional agar semakin berdaya saing," tutur Agus melalui keterangan resmi, Senin (16/3/2026).

Industri kerajinan memiliki potensi besar dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia di pasar global.

"Industri kerajinan Indonesia memiliki keunggulan pada kreativitas, kekayaan budaya, serta keterampilan para perajin. Pemerintah terus berupaya memaksimalkan penguatan daya saing sektor ini melalui berbagai program pembinaan, termasuk membuka akses pasar yang lebih luas dan berkelanjutan melalui kegiatan business matching," ungkap Menperin.

Melalui Kementerian Perindustrian, kegiatan Business Matching IKM Kerajinan 2026 digelar di Yogyakarta pada 10 Maret 2026 dan diikuti oleh 50 pelaku IKM dari berbagai daerah.

Kegiatan ini mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli, asosiasi industri, hingga pelaku sektor hospitality seperti hotel dan restoran.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita menyatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu strategi untuk memperluas jaringan pemasaran sekaligus meningkatkan kesiapan IKM memasuki pasar yang lebih luas.

"Melalui kegiatan business matching ini, pelaku IKM kerajinan dapat berinteraksi langsung dengan buyer dan mitra industri sehingga membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat ekosistem industri kerajinan nasional agar semakin berdaya saing," ucap Reni.

Direktur IKM Kimia, Sandang dan Kerajinan Kemenperin Budi Setiawan menyampaikan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum pertemuan bisnis, tetapi juga ruang pembelajaran bagi pelaku IKM untuk memahami kebutuhan pasar.

"Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang pertemuan antara IKM dan buyer, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi pelaku IKM untuk memahami kebutuhan pasar serta meningkatkan kesiapan usaha mereka dalam menjalin kerja sama bisnis yang berkelanjutan," ujar Budi.
 

 

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved