Senin, 20 April 2026

Arus Balik Lebaran 2026

Menteri Pekerjaan Umum Pastikan Arus Balik Lebaran Terkendali dan Infrastruktur Jalan Tol Optimal

Dukungan rekayasa & infrastruktur seperti penerapan one way, contraflow, serta kesiapan jalan tol dan rest area menjadi kunci kelancaran arus balik.

Penulis: Wahyu Aji
HO/IST
ARUS BALIK LEBARAN - Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A. Purwantono (Persero) Tbk (kiri), mendampingi Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau arus balik Idulfitri 1447H/2026 di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung Jalan Tol Batang-Semarang pada Sabtu (28/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Arus balik terkendali: Hingga 27 Maret 2026, sekitar 2,5 juta kendaraan (75 persen) telah kembali ke Jabotabek, dengan kondisi lalu lintas terpantau ramai lancar.
  • Dukungan rekayasa & infrastruktur: Penerapan one way, contraflow, serta kesiapan jalan tol dan rest area menjadi kunci kelancaran arus balik.
  • Antisipasi sisa lonjakan: Sekitar 25% kendaraan diperkirakan masih akan kembali pada 28–29 Maret

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau arus balik Idulfitri 1447H/2026 di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung Jalan Tol Batang-Semarang pada Sabtu (28/3/2026).

Dalam kesempatan ini hadir mendampingi Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A. Purwantono (Persero) Tbk, Direktur Bisnis Jasa Marga Reza Febriano, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PU Wilan Oktavian, Dirlantas Jawa Tengah Kombes Pol M. Pratama Adhyasastra, beserta jajaran terkait.

Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa kondisi arus balik saat ini terpantau ramai lancar.

Baca juga: Hari Ini Berlaku One Way Mulai Km 425 Jalan Tol Semarang Seksi ABC Sampai KM 414 GT Kalikangkung

Setelah periode puncak arus 24 Maret 2026 berhasil diantisipasi, peningkatan arus yang terjadi pada 28-29 Maret 2026 juga akan dapat dikelola dengan lebih baik lagi bersama dengan para stakeholder terkait.

“Kami memastikan seluruh ruas Jasa Marga Group siap melayani masyarakat selama periode arus mudik maupun balik Lebaran 2026, khususnya saat ini bagi pengguna jalan yang akan kembali ke Jakarta. Dengan dukungan layanan dan infrastruktur yang optimal, kami berupaya menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, lancar dan berkeselamatan selama di jalan tol,” ujar Rivan.

Atas diskresi Kepolisian, Jasa Marga saat ini mendukung sejumlah rekayasa lalu lintas seperti one way dan contraflow.

Kebijakan ini ditetapkan berdasarkan pemantauan lalu lintas terkini melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) yang dikolaborasikan dengan pantauan petugas di lapangan, khususnya untuk perjalanan menuju Jakarta dari arah Jalan Tol Batang-Semarang, Jalan Tol Semarang ABC, Jalan Tol Semarang-Solo hingga Jalan Tol Solo-Ngawi.

Selain rekayasa lalu lintas, kesiapan infrastruktur juga menjadi fokus utama, termasuk kondisi jalan dan fasilitas rest area guna menunjang kenyamanan pengguna jalan, khususnya saat pemberlakuan rekayasa lalu lintas.

“Evaluasi dan penataan rest area terus kami lakukan, baik dari sisi pengaturan arus maupun kapasitas. Pengguna jalan juga dapat mengoptimalkan rest area alternatif di sekitar akses keluar tol di sepanjang Jalan Tol Trans Jawa, mulai dari Jalan Tol Semarang–Solo KM 444 hingga Jalan Tol Jakarta–Cikampek KM 72, sehingga tetap memiliki pilihan apabila rest area utama di jalan tol mengalami kepadatan,” kata Rivan.

Berdasarkan data hingga Jumat (27/3/2026) tercatat sebanyak 2,5 juta kendaraan telah menuju wilayah Jakarta atau sekitar 75 persen dari proyeksi lalu lintas yang kembali ke Jabotabek sebesar 3,39 juta pada periode 11-31 Maret 2026.

Hal ini menunjukkan bahwa sekitar 25% pengguna jalan masih akan melakukan perjalanan arus balik pada 28–29 Maret 2026.

Kendati demikian, Jasa Marga memastikan kesiapan infrastruktur, petugas operasional, armada layanan, serta fasilitas pendukung lainnya dalam kondisi optimal guna menjaga arus balik tetap terkendali.

Sementara itu, Menteri Dody Hanggodo menegaskan bahwa pihaknya terus memastikan kualitas infrastruktur jalan tol tetap terjaga, terutama di tengah kondisi cuaca hujan yang masih berlangsung.

“Kami memastikan jalan tol siap digunakan, khususnya dari sisi kualitas. Perbaikan telah diselesaikan sebelum H-10 Lebaran. Namun, curah hujan yang tinggi, volume lalu lintas yang meningkat, serta masih ditemukannya kendaraan angkutan barang yang melintas saat masa pembatasan, berpotensi menyebabkan kerusakan seperti lubang. Apabila ditemukan kondisi tersebut, kami instruksikan agar segera dilakukan perbaikan maksimal dalam waktu 1x24 jam sehingga tidak mengganggu kelancaran arus balik,” kata Dody.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved