Jumat, 8 Mei 2026

Harga Saham

IHSG Ditutup Melonjak 1,93 Persen ke Level 7.184, Nilai Transaksi Mencapai Rp16,44 Triliun

Ada 494 saham menguat, 22 saham melemah, dan 240 saham tidak mengalami perubahan atau stagnan.

Tayang:
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
IHSG MENGUAT - Pengunjung melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG hari ini ditutup menguat 1,93 persen atau 136,22 poin ke level 7.184,44. 
Ringkasan Berita:
  • IHSG ditutup naik 1,93 persen ke level 7.184,44 dengan mayoritas saham menguat.
  • Stabilitas harga BBM dan kebijakan fiskal jadi sentimen positif pasar.
  • Analis ingatkan potensi koreksi, IHSG berpeluang turun ke kisaran 7.005.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (1/4/2026) berakhir di zona hijau.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup menguat 1,93 persen atau 136,22 poin ke level 7.184,44.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada rentang 7.136,25 hingga 7.207,17.

Baca juga: Harga BBM Tak Naik, Pergerakan IHSG Perkasa Sejak Pagi

Ada 494 saham menguat, 22 saham melemah, dan 240 saham tidak mengalami perubahan atau stagnan.

Sedangkan nilai transaksi mencapai Rp16,44 triliun, yang melibatkan 29,99 miliar lembar saham.

Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menjelaskan, keputusan pemerintah mempertahankan harga BBM subsidi dinilai penting untuk menjaga inflasi dan daya beli, namun berpotensi menekan ruang fiskal.

“Bias sell-on-strength masih relevan pada saham perbankan besar dan sektor siklikal, sementara peluang relatif lebih menarik pada saham defensif dengan fundamental kuat dan eksposur domestik,” ujar Rully.

Ia menambahkan, pergerakan IHSG dalam jangka pendek masih akan dipengaruhi dinamika arus dana asing dan sentimen global. 

“Fase distribusi saat ini mengindikasikan IHSG masih berpotensi mengalami pelemahan lanjutan hingga ke kisaran 7.005, dengan level support kritikal yang perlu dicermati berada di area 6.892,” ujarnya.

Sementara itu, Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Jessica Tasijawa, menyebut pemerintah tengah menyiapkan paket kebijakan untuk meredam volatilitas global, termasuk efisiensi fiskal, pengaturan WFH, dan penyesuaian kebijakan energi. 

Kebijakan ini diperkirakan tetap menjaga keseimbangan antara stabilitas fiskal dan daya beli masyarakat.

“Kombinasi penghematan anggaran, optimalisasi belanja, dan perbaikan administrasi pajak berpotensi menjaga defisit tetap terkendali bahkan dalam skenario harga minyak tinggi,” kata Jessica.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved