Minggu, 19 April 2026

Percepat Realisasi Investasi, Kadin Indonesia Bentuk Joint Task Force dengan Arab Saudi 

Kadin Indonesia dan Kadin Arab Saudi membentuk Joint Task Force untuk mempercepat realisasi investasi.

Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
PERCEPAT INVESTASI - Ketua Komite Bilateral Saudi Arabia Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Mohamad Bawazeer saat diskusi bersama media di Jakarta, Jumat (3/4/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Kadin Indonesia dan Kadin Arab Saudi membentuk Joint Task Force untuk mempercepat realisasi investasi.
  • Pembentukan satgas ini telah mendapat dukungan penuh dari Kementerian Investasi Arab Saudi dan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia.
  • Sejumlah sektor prioritas yang menjadi fokus Joint Task Force tersebut adalah properti, ekonomi digital, agrobisnis, manufaktur dan olahraga.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Kadin Arab Saudi membentuk Joint Task Force (Satuan Tugas Bersama) untuk mempercepat realisasi investasi.

Langkah tersebut dilakukan kata Ketua Komite Bilateral Arab Saudi, Kadin Indonesia Mohamad Bawazeer untuk mempercepat realisasi investasi dan perdagangan antara Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi tanpa harus menunggu momentum kunjungan kenegaraan.

Bawazeer menyatakan, Joint Task Force tersebut merupakan kolaborasi antara Kadin Indonesia dengan Federation of Saudi Chambers atau Saudi Business Council.

"Kita membentuk Joint Task Force ini kira-kira sudah setahun yang lalu. Sudah ada beberapa kali pertemuan dan kita fokuskan pada beberapa bidang untuk mempercepat realisasi," ujar Mohamad Bawazeer saat diskusi bersama awak media di Jakarta, Jumat (3/4/2026).

Bawazeer bilang, pembentukan satgas ini telah mendapat dukungan penuh dari otoritas kedua negara, yakni Kementerian Investasi Arab Saudi dan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia.

Salah satu poin menarik dalam kerja sama ini adalah fokus pada sektor properti, di mana pihak Arab Saudi menawarkan peluang investasi di wilayah strategis.

"Mereka menawarkan investasi di sektor properti, baik itu inbound maupun outbound investment. Bahkan, mereka menawarkan beberapa daerah yang lokasinya dekat dengan Masjidil Haram," ungkapnya.

Baca juga: PMI Manufaktur Indonesia Maret 2026 Melambat, Kadin Wanti-wanti Tekanan Ekspor dan Biaya Produksi

Selain sektor properti, Kadin Indonesia juga tengah gencar mendorong penguatan sektor riil, terutama dalam memfasilitasi ekspor bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) ke Arab Saudi.

Mohamad Bawazeer merinci, ada sejumlah sektor prioritas yang menjadi fokus Joint Task Force tersebut, di antaranya:

  • Properti: Pengembangan kawasan di sekitar Masjidil Haram, Makkah.
  • Ekonomi Digital: Kolaborasi teknologi dan platform digital.
  • Agrobisnis: Kerja sama ketahanan pangan dan hasil bumi.
  • Manufaktur: Penguatan sektor industri pengolahan.
  • Olahraga: Kerja sama di bidang sepak bola, termasuk antara Persija Jakarta dengan klub Saudi, Al-Wahda.

"Fokus kita adalah mempercepat realisasi perdagangan dan investasi. Jadi, kita tidak perlu menunggu adanya kunjungan kepala negara untuk menggerakkan kerja sama ini," ucap Bawazeer.

Kerja sama ini diharapkan dapat membuka jalan lebih lebar bagi pelaku usaha Indonesia untuk merambah pasar Arab Saudi, sekaligus menarik minat investor Saudi untuk menanamkan modalnya di tanah air di berbagai sektor potensial.

Baca juga: KADIN: Perang Iran-Israel Ganggu Pasokan Energi dan Bahan Baku RI

Saat disinggung soal ada atau tidaknya pembahasan terhadap jalan keluar dalam menyikapi konflik Timur Tengah antara Indonesia dengan Arab Saudi, Bawazeer menyebut belum ada pembahasan tersebut.

Dia menegaskan, pembentukan joint task force ini adalah murni berkaitan dengan mempercepat realisasi perdagangan dan investasi.

"Itu sebenarnya, jadi idenya itu memang karena (selama ini) tidak ada pembicaraan yang konkrit (antara kedua pemerintah ini) ngomong, terus hilang, ngomong terus hilang, untuk itu ada joint task force," kata dia.

"Jadi diharapkan lebih konkrit, mempercepat realisasi itu, terus kalau ada masalah kita bisa menyampaikan kepada pemerintah, ini ada masalah ini bagaimana," tandas Bawazeer.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved