Atap Terminal 3 Bandara Soetta Jebol, Anggota DPR Kritik InJourney: Jangan Cuma Bagus di Luar
Bandara Soekarno-Hatta adalah pemberi kesan pertama bagi dunia terhadap Indonesia.
Ringkasan Berita:
- Firnando Ganinduto mengkritik InJourney atas jebolnya plafon Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.
- Dia menilai ada masalah pada kualitas konstruksi, bukan sekadar faktor cuaca.
- Firnando mendesak perbaikan menyeluruh serta meminta arah yang bertanggung jawab dan memberi penjelasan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Golkar, Firnando Ganinduto, mengkritik keras kinerja InJourney menyusul insiden jebolnya plafon di area Boarding Lounge Gate 7 Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, akibat hujan deras.
Firnando mendesak InJourney, sebagai induk holding BUMN pariwisata dan pendukung, untuk tidak hanya mengedepankan aspek estetika luar bandara, tetapi juga memastikan keamanan konstruksi secara menyeluruh.
Firnando mengingatkan bahwa InJourney memegang peranan krusial karena mengelola gerbang utama masuknya wisatawan mancanegara ke tanah air.
Menurutnya, Bandara Soekarno-Hatta adalah pemberi kesan pertama bagi dunia terhadap Indonesia.
"InJourney ini kan merupakan BUMN yang bertanggung jawab menjadi jendela dan pintu masuk bagi wisatawan ke Indonesia. Kesan pertama wisatawan luar negeri saat masuk ke Indonesia itu ya Bandara Soekarno-Hatta. Jadi, peranan InJourney sangat penting untuk mempertahankan dan memberikan kesan baik," kata Firnando kepada Tribunnews.com, Selasa (7/4/2026).
Politisi Partai Golkar ini menyayangkan terjadinya insiden plafon roboh di ruang tunggu keberangkatan. Ia mencurigai adanya ketidakberesan dalam standar konstruksi bangunan di Terminal 3.
"Jangan terkesan Injourney itu hanya bagus di luar saja gitu, maksudnya di looknya saja, tampilannya saja bagus airpotnya. Tapi ternyata konstruksinya faktanya hari ini bahwa itu jelas-jelas roboh begitu," tegasnya.
Firnando juga menegaskan agar pihak pengelola tidak menggunakan faktor cuaca sebagai dalih utama.
Menurutnya, sebuah bangunan publik sekelas bandara internasional seharusnya sudah memperhitungkan segala risiko cuaca dalam perencanaannya.
"Itu tidak bisa disalahkan, jangan menyalahkan cuaca. Karena variabel cuaca itu kan harus sudah dihitung benar-benar sejak awal pembangunan," tambah Firnando.
Lebih lanjut, Firnando menyentil kepemimpinan Direktur Utama InJourney, Maya Watono. Ia menilai hingga saat ini belum terlihat pernyataan resmi yang menunjukkan tanggung jawab langsung dari pucuk pimpinan tertinggi holding tersebut.
"Saya belum melihat ada peranan mitigasi atau kehadiran Direktur Utama InJourney dalam masalah ini. Kok malah orang-orang di level manajerial saja yang muncul bertanggung jawab? Ke mana ini Bu Maya? Kok tidak ada tanggung jawabnya ke media?" cecarnya.
Sebagai tindak lanjut, Firnando menyatakan akan merekomendasikan Komisi VI DPR RI untuk memanggil direksi InJourney guna memberikan penjelasan secara detail dan transparan kepada publik.
"Saya akan merekomendasikan untuk memanggil InJourney ke Komisi VI untuk menjelaskan ini secara detail. Karena ini urusannya menyangkut pelayanan dan keselamatan rakyat," imbuhnya.
Kronologi atap jebol
Asisten Deputi Komunikasi dan Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudis Tiawan mengatakan, kronologi kejadian bermula ketika hujan dengan intensitas tinggi melanda sejumlah wilayah di Kota Tangerang sejak pukul 12.00 WIB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Detik-detik-atap-Terminal-3-Bandara-Internasional-Soekarno-Hatta-jebol-saat-hujan-deras.jpg)