Senin, 27 April 2026

Prabowo Targetkan Listrikisasi 100 Gigawatt Rampung 2 Tahun, PLTD Bakal Ditutup

Prabowo menargetkan program listrikisasi 100 gigawatt bisa rampung dalam waktu dua tahun. Setelah itu, dia memutuskan akan menutup seluruh PLTD.

Ringkasan Berita:
  • Prabowo menargetkan program listrikisasi 100 gigawatt rampung dalam jangka waktu dua tahun.
  • Setelah target tercapai, ia berencana akan menutup seluruh PLTD di Indonesia.
  • Dia mengeklaim ketika program listrikisasi selesai, maka Indonesia bakal menghemat impor minyak hingga 200 ribu barel per hari.
  • Selain itu, Prabowo juga mengeklaim Indonesia tidak akan mengimpor BBM sama sekali.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto menargetkan program listrikisasi sebesar 100 gigawatt dapat rampung dalam waktu dua tahun.

Listrikisasi merupakan program peralihan penggunaan energi berbasis bahan bakar minyak (BBM) impor ke energi listrik yang bersumber dari domestik.

Ketika target terpenuhi, Prabowo memutuskan akan menutup seluruh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang ada.

"Saya sudah putuskan akan kita jalankan program listrikisasi 100 gigawatt yang kita harapkan bisa dicapai dalam dua tahun."

"Nanti tidak boleh ada lagi pembangkit listrik dari diesel, menggunakan solar. Dengan itu kita akan tutup PLTD 13 buah yang di PLN kita akan tutup," katanya saat meresmikan pabrik perakitan mobil listrik, PT VKTR Sakti Industries di Desa Tempurejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).

Baca juga: Profil VKTR Sakti Industries, Pabrik Mobil Listrik Diresmikan Prabowo Hari Ini, Milik Grup Bakrie

Prabowo mengeklaim ketika PLTD ditutup, maka negara menghemat impor minyak mentah hingga 200 ribu barel per hari.

"Kita masih perlu impor sekarang ini 1 juta barel per hari. Dengan kita tutup PLTD menghemat langsung 20 persen," katanya.

Dia juga mengeklaim ketika program listrikisasi berhasil dilakukan, maka pemerintah tidak perlu untuk melakukan impor BBM lagi.

"Dengan kita 100 gigawatt, kita bisa menghemat sangat-sangat besar. Mungkin kita 2-3 tahun, tidak akan mengimpor BBM lagi," katanya.

Untuk semakin memuluskan program listrikisasi, Prabowo juga tengah berencana untuk membangun pabrik mobil sedan berbasis listrik.

"Kita juga sedang bentuk untuk memproduksi pabrik sedan dari listrik," katanya.

Baca juga: Prabowo Tinjau Pabrik Perakitan Bus dan Truk Listrik Berkapasitas Produksi 3.000 Unit Per Tahun

Lebih lanjut, Prabowo tak sepakat dari pihak yang menganggap Indonesia tengah dalam kondisi tidak baik. Menurutnya, masa depan Indonesia sangat baik.

Prabowo meyakini kemajuan Indonesia ke depannya akan membuat terkejut negara-negara lain.

"Jadi untuk anak-anak muda masa depan kita cerah. Yang bilang tidak cerah, yang bilang Indonesia gelap, mungkin matanya dan hatinya yang kurang bagus," tuturnya.

"Tahun depan kita akan bikin kejutan untuk seluruh dunia, Indonesia sedang bangkit. This giant is waking up, we will not be anymore sleeping giant, we will rising," sambung Prabowo.

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved