Senin, 13 April 2026

BI Redam Risiko Fluktuasi Rupiah Lewat Intervensi NDF dan SRBI

BI berupaya menjaga agar mekanisme pasar tetap berjalan efektif di tengah volatilitas untuk meredam fluktuasi nilai tukar rupiah.

Penulis: Lita Febriani
Editor: Choirul Arifin
Tribunnews.com/Lita Febriani
JAGA FLUKTUASI RUPIAH - Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) Bank Indonesia Erwin Gunawan Hutapea di acara Banking Forum 2026, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026). (Tribunnews.com/Lita Febriani). 

Saat ini, inflow mulai terlihat meski masih terbatas. BI berharap kepercayaan investor terhadap ekonomi domestik terus membaik sehingga suplai valas di pasar meningkat.

Tak hanya fokus pada nilai tukar, BI juga memastikan kecukupan likuiditas rupiah di dalam negeri guna mendukung aktivitas ekonomi.

Berbagai instrumen digunakan, mulai dari FX swap, repo, hingga pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Langkah ini bertujuan agar sektor perbankan dan korporasi tetap memiliki akses likuiditas yang memadai untuk menjalankan kegiatan usaha.

"Bank Indonesia intinya akan terus komit untuk menjaga stabilitas nilai tukar, menjaga kecukupan likuiditas Rupiah, dan kita secara gradual mendorong adjustment di aset kelas Rupiah kita untuk mendorong inflow agar ada supply untuk menjaga keseimbangan nilai tukar," ujar Erwin.

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved