Kamis, 16 April 2026

Distribusi CPO Via Kereta Digenjot, KAI Logistik Targetkan 200.000 Ton per Tahun dari Sumut

Dalam memastikan kelancaran distribusi, proses pra purna mencakup di sejumlah titik stasiun di Sumatera Utara diantaranya Rantau Prapat, Tebing Tinggi

|
HO
ANGKUTAN KERETA API - Ilustrasi. Angkutan Crude Palm Oil (CPO) di Sumatera Utara dengan target angkutan lebih dari 200.000 ton per tahun, beroperasi rata-rata 2 rangkaian kereta api per hari. 
Ringkasan Berita:
  • Implementasi pekerjaan pra purna angkutan CPO ini diproyeksikan mampu berkontribusi pada pertumbuhan perusahaan dan membuka peluang perluasan bisnis.
  •  Layanan purna angkutan dengan metode jaringan pipanisasi pump di titik muat dan bongkar.
  • Angkutan minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) di Sumatera Utara menggunakan kereta api digenjot, dengan target 200.000 ton per tahun.

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Angkutan minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) di Sumatera Utara menggunakan kereta api bakal digenjot dengan target 200.000 ton per tahun.

Baca juga: Konflik Global Picu Lonjakan Biaya Produksi CPO, Pengusaha Lakukan Efisiensi

Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan menyampaikan CPO merupakan salah satu komoditas strategis Indonesia yang memiliki kontribusi signifikan terhadap devisa negara, industri hilir serta ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan biodiesel.

"Keandalan distribusi CPO, khususnya dari sentra produksi di Sumatera Utara menuju titik distribusi dan pelabuhan, menjadi aspek yang sangat penting," papar Yuskal dikutip Kamis (16/4/2026).

Melalui sinergi layanan multimoda bersama KAI, kata Yuskal perseroan berkomitmen membangun logistik end-to-end yang efisien, aman, dan terintegrasi guna mendukung daya saing komoditas nasional.

Dalam implementasinya, layanan pra purna angkutan CPO mencakup keseluruhan proses operasional, mulai dari penyediaan armada truk, pengawalan, pemuatan, proses pembongkaran, hingga layanan purna angkutan dengan metode jaringan pipanisasi pump di titik muat dan bongkar.

“Sinergi antara KAI Logistik dan KAI dalam hal ini menjadi bentuk nyata integrasi layanan logistik berbasis rel," lanjut Yuskal.

Dalam memastikan kelancaran distribusi, proses pra purna mencakup di sejumlah titik stasiun di Sumatera Utara, yakni Stasiun Rantau Prapat, Stasiun Padang Halaban, Stasiun Hengelo, Stasiun Kisaran, Stasiun Sei Bejangkar, Stasiun Perlanaan, Stasiun Tebing Tinggi, Stasiun Dolok Merangir, Stasiun Perbaungan, dan Sei Mangke dengan titik bongkar terpusat di Stasiun Belawan. 

Baca juga: Peneliti UI Soroti Risiko B50, Pasokan CPO Terbatas dan Berpotensi Ganggu Ekspor

Ia menyebut, implementasi pekerjaan pra purna angkutan CPO ini diproyeksikan mampu berkontribusi pada pertumbuhan perusahaan dan membuka peluang perluasan bisnis pada rantai nilai CPO yang lebih panjang. 

"Kami optimistis dapat terus mendukung kelancaran distribusi komoditas unggulan nasional sekaligus memperkuat peran transportasi berbasis rel dalam mendorong efisiensi logistik nasional,” paparnya.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved