Kamis, 23 April 2026

Kinerja Operasional Membaik, Garuda Indonesia Pangkas Rugi Bersih di Kuartal I 2026

Garuda Indonesia mencatat perbaikan kinerja pada kuartal I/2026 dengan pendapatan naik 5,36 persen dan rugi bersih turun 45 persen.

Penulis: Sanusi
Editor: Choirul Arifin
dok. Garuda
KINERJA GARUDA - Garuda Indonesia mencatat perbaikan kinerja pada kuartal I/2026 dengan pendapatan naik 5,36 persen dan rugi bersih turun 45 persen. 
Ringkasan Berita:
  • Garuda Indonesia mencatat perbaikan kinerja pada kuartal I/2026 dengan pendapatan naik 5,36 persen dan rugi bersih turun 45 persen.
  • Transformasi operasional, kontribusi GMF Aero Asia, serta rekor penumpang Citilink menjadi pendorong utama optimisme menuju fase turnaround.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk membukukan perbaikan kinerja pada kuartal I/2026, dengan rugi bersih yang menurun signifikan seiring penguatan kinerja operasional dalam fokua transformasi yang dijalankan Perusahaan.

Pendapatan konsolidasian tercatat sebesar 762,35 juta dolar AS, tumbuh 5,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan permintaan penumpang, perbaikan yield, serta tren  positif pendapatan.

Dari sisi profitabilitas operasional, laba operasi segmen meningkat tajam menjadi 49,13 juta dolar AS, dibandingkan 5,20 juta dolar AS pada kuartal I 2025.

Sejalan dengan itu, rugi bersih turun menjadi 41,62 juta dolar AS, atau berkurang 45,19 persen secara tahunan.

Pada pernyataanya terkait penjelasan kinerja Full Year 2025 pada kesempatan sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan menyatakan bahwa seiring berlanjutnya langkah optimalisasi alat produksi, jumlah pesawat operasional Grup meningkat menjadi sedikitnya 99 unit pada akhir 2025, dari sekitar 84 unit pada pertengahan tahun yang sama.

Di sisi lain, kinerja anak usaha GMF Aero Asia  juga mencatatkan kontribusi positif di sepanjang tahun 2025, yang membukukan pendapatan sebesar 491,9 juta dolar AS atau tumbuh 16,8 persen secara tahunan, dengan laba perusahaan meningkat 26,3 persen menjadi 33,9 juta dolar AS.

Baca juga:  Garuda Indonesia Perkuat Transformasi Fundamental Layanan di 2026

Dari sisi neraca, total aset naik signifikan menjadi 813 juta dolar AS, sementara struktur permodalan berhasil berbalik positif dengan ekuitas mencapai 114,6 juta dolar AS.

Kemudian pada periode puncak Lebaran, Citilink mencatat rekor volume penumpang harian tertinggi sepanjang sejarah, mencapai sekitar 48.000 penumpang.

Capaian ini menegaskan peningkatan utilisasi kapasitas pasca reaktivasi armada serta kemampuan Grup dalam menangkap lonjakan permintaan berbasis seasonality.

Baca juga: 2026 Jadi Titik Balik Kinerja, Ini 11 Inisiatif Strategis Fase Transformasi Garuda Indonesia

Ke depan, melalui eksekusi transformasi yang konsisten, dukungan pemegang saham, serta penguatan kemitraan strategis di tingkat global, Garuda Indonesia optimistis dapat mempercepat langkah menuju fase turnaround yang lebih solid.

Selain itu, juga memperkuat perannya sebagai national flag carrier yang kompetitif, adaptif terhadap dinamika industri penerbangan global, serta mampu menghadirkan kontribusi terbaiknya bagi bangsa dan negara.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved