Forum Internasional IAS 2026 Dorong Transformasi Industri Penerbangan Nasional
Indonesia Aero Summit (IAS) 2026 akan digelar 8–9 Juli di Jakarta dengan tema Sustainable Aviation Ecosystem.
Ringkasan Berita:
- Indonesia Aero Summit (IAS) 2026 akan digelar 8–9 Juli di Jakarta dengan tema Sustainable Aviation Ecosystem.
- Forum ini menjadi ajang kolaborasi global untuk mendorong transformasi industri penerbangan nasional yang tangguh dan berkelanjutan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di tengah dinamika industri penerbangan nasional, INACA sebagai Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia dan INNOWINN Internasional kembali akan menggelar Indonesia Aero Summit (IAS).
Forum internasional tersebut akan dilaksanakan selama 2 hari, Rabu dan Kamis, tanggal 8 dan 9 Juli 2026 di Jakarta dan merupakan kegiatan kali ke tiga setelah sebelumnya sukses dilaksanakan pada tahun 2024 dan 2025.
Ketua INACA Denon Prawiraatmadja, mengatakan IAS 2026 kali ini akan mengangkat tema besar Sustainable Aviation Ecosystem yang merepresentasikan visi besar dengan tujuan untuk membangun sistem penerbangan nasional yang terintegrasi, tangguh, dan berkelanjutan secara menyeluruh.
"Tema ini menekankan keberlanjutan industri aviasi tidak hanya terbatas pada pengurangan emisi karbon, tetapi juga mencakup transformasi di seluruh rantai nilai penerbangan, mulai dari kebijakan, operasional, teknologi, hingga kolaborasi lintas sektor," ujar Denon, Senin (27/4/2026).
Denon menjelaskan, melalui pendekatan ekosistem, seluruh pemangku kepentingan didorong untuk berkolaborasi dalam menciptakan solusi inovatif.
Hal ini meliputi pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) dan carbon trading, modernisasi infrastruktur bandara, efisiensi manajemen lalu lintas udara, serta pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kinerja operasional.
Baca juga: Krisis Avtur Maskapai Jerman Pangkas Penerbangan, Bagaimana di Indonesia?
Di sisi lain, tema ini juga mengangkat pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan industri dengan dampak sosial dan ekonomi.
Penerbangan yang berkelanjutan harus mampu meningkatkan konektivitas nasional, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta tetap memperhatikan kesejahteraan tenaga kerja dan masyarakat sekitar.
Dengan mengusung Sustainable Aviation Ecosystem, Indonesia Aero Summit akan menjadi wadah strategis untuk merumuskan arah masa depan industri penerbangan Indonesia—menuju sistem yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing global, sekaligus bertanggung jawab terhadap lingkungan dan generasi mendatang.
Baca juga: Iran Kembali Membuka Penerbangan Komersial dari Bandara Teheran Sejak Perang dengan AS
Hal tersebut sangat penting mengingat tahun 2026 diharapkan menjadi titik tolak untuk lebih meningkatkan industri penerbangan nasional Indonesia sehingga dapat membantu target Pemerintah dalam menumbuhkan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada tahun 2029 sekaligus menjadikan industri penerbangan nasional mampu lebih bersaing di tingkat internasional.
INACA membuka kesempatan bagi semua pihak yang ingin berpartisipasi dalam Indonesia Aero Summit (IAS) 2026.
Kegiatan ini kembali akan menghadirkan pembicara yang kompeten dan pemegang keputusan baik di regulator dan operator penerbangan dalam dan luar negeri.
Dari dalam negeri, dijadwalkan hadir menjadi pembicara dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Kementerian ESDM, Danantara, InJourney Airport, Airnav, Pertamina Patra Niaga, KNKT, Batam Internasional Airport, ITB Bandung, PPIC Curug, GMF, Batam Aero Teknik serta perwakilan maskapai nasional yaitu Garuda, Citilink, Pelita Air, Mukhtara Air, Lion Air dan masih banyak lagi.
Sedangkan pembicara dari luar negeri akan hadir di antaranya Lufthansa Technic, Korn Ferry, Zurich Airport, Emirates Flight Training Academy, Deloitte Consulting, Accomodation Plus International, Airline Pilot and Aviation Safety Advocate, Arthur D. Little dan yang lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Forum-IAS-2026-OK.jpg)