Superbank Raup Laba Sebelum Pajak Rp143,3 Miliar di 2025
RUPST Superbank mengumumkan laba sebelum pajak sebesar Rp143,3 miliar pada tahun buku 2025.
Ringkasan Berita:
- RUPST Superbank mengumumkan laba sebelum pajak sebesar Rp143,3 miliar pada tahun buku 2025.
- Pencapaian kinerja di tahun 2025 mencerminkan keberhasilan strategi digital berbasis ekosistem.
- RUPST ini merupakan yang pertama kalinya dselenggarakan perseroan sejak resmi menjadi perusahaan publik pada Desember 2025.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Perbankan digital PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp143,3 miliar pada tahun buku 2025.
Perolehan laba tersebut didukung oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 160 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp1,6 triliun serta ekspansi kredit yang tumbuh 50 persen yoy menjadi Rp9,6 triliun.
Dana Pihak Ketiga (DPK) juga naik signifikan sebesar 139 persen yoyomenjadi Rp11,8 triliun, sementara total aset tumbuh 87 persen yoy menjadi Rp21,3 triliun, mencerminkan ekspansi bisnis yang sehat dan terukur.
Capaian laba tersebut diumumkan perseroan di penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) hari ini di Jakarta, Senin, 27 April 2026.
Tigor M. Siahaan, Presiden Direktur Superbank mengatakan ini merupakan RUPST Superbank untuk pertama kalinya sejak resmi menjadi perusahaan publik pada Desember 2025.
“RUPST pertama kami sebagai perusahaan publik menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi tata kelola sekaligus melanjutkan pertumbuhan solid yang telah kami bangun," ungkap Tigor.
RUPST diselenggarakan dengan mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) serta didukung oleh fasilitas elektronik sesuai dengan ketentuan regulator.
Baca juga: BTN Putuskan Tak Bagikan Dividen di RUPST, Ini Alasannya
"Pelaksanaan RUPST ini menjadi tonggak penting bagi Superbank dalam melanjutkan momentum pertumbuhan yang kuat pasca IPO, sejalan dengan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025," kata Tigor.
Dia menyebutkan, pencapaian kinerja di tahun 2025 mencerminkan keberhasilan strategi digital berbasis ekosistem yang kami jalankan secara disiplin, serta meningkatnya kepercayaan nasabah terhadap Superbank.
"Ke depan, kami akan terus memperluas penetrasi layanan digital melalui kolaborasi strategis dalam ekosistem mulai dari OVO Nabung, Kartu Untung bersama KakaoBank, hingga integrasi pengajuan Pinjaman Atur Sendiri di Grab dan Ovo untuk menghadirkan layanan keuangan yang semakin relevan dan mudah diakses," sebutnya.
Baca juga: RUPST BNI 2026: Dividen Rp13 Triliun Disetujui, Perseroan Siapkan Buyback Saham
Sejak peluncuran layanan digital pada Juni 2024, Superbank kini memiliki 6 juta lebih nasabah dengan transaksi harian di atas 1 juta transaksi.
Dalam RUPST ini, para pemegang saham memberikan keputusan atas seluruh agenda yang diajukan di dalam rapat.
Sejumlah agenda yang menjadi pembahasan rapat adalah persetujuan atas Laporan Tahunan Perseroan tahun buku 2025, termasuk pengesahan Laporan Keuangan serta pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et decharge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan selama tahun buku 2025.
RUPST juga menetapkan penggunaan laba bersih Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit laporan keuangan Perseroan tahun buku 2026 serta penetapan honorarium dan persyaratan lainnya.
RUPST juga menetapkan remunerasi bagi Dewan Komisaris serta gaji, tunjangan, dan bonus bagi Direksi Perseroan, dan laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) Perseroan.
Laporan: Selvi Mayasari | Sumber: Kontan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/RUPST-Superbank-OK.jpg)