Kamis, 30 April 2026

Pertamina Tekan Emisi Lebih dari 13 Ribu Ton Karbondioksida melalui Penguatan 'Green Shipping'

Capaian tersebut tak datang secara instan. Perusahaan lakukan berbagai langkah strategis dalam pengelolaan armada mulai dari penerapan optimasi speed.

Tayang: | Diperbarui:
HO/IST/HO/IST
TEKAN EMISI - Penguatan green shipping menjadi langkah strategis Pertamina Patra Niaga dalam menjawab tantangan keberlanjutan sektor energi dan maritim. 
Ringkasan Berita:
  • Pertamina Patra Niaga menekan emisi lebih dari 13 ribu ton CO₂e hingga Maret 2026 lewat green shipping.
  • Efisiensi dilakukan melalui optimalisasi kecepatan kapal dan desain eco ship.
  • Strategi ini menjaga distribusi energi sekaligus mendukung transisi energi dan pelayaran berkelanjutan.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Upaya menekan emisi di sektor energi dan maritim mulai menunjukkan hasil konkret. PT Pertamina Patra Niaga mencatat penurunan emisi lebih dari 13 ribu ton CO₂e (setara karbon dioksida) hingga Maret 2026 melalui implementasi green shipping, sebuah pendekatan terintegrasi yang menggabungkan efisiensi operasional armada dengan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan guna mendukung transisi energi nasional sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem laut.

Baca juga: Transparansi dan Mitigasi Risiko, Kunci Kesiapan RI Implementasikan Energi Nuklir

Capaian tersebut tidak datang secara instan. Perusahaan melakukan berbagai langkah strategis dalam pengelolaan armada, mulai dari penerapan speed optimization yang berkontribusi menurunkan emisi sebesar 8.161 ton CO₂e, hingga pengembangan desain kapal ramah lingkungan atau eco ship design yang menyumbang tambahan penurunan emisi sebesar 4.862 ton CO₂e.

Direktur Armada Logistik PT Pertamina Patra Niaga, Arif Yunianto, menegaskan bahwa penguatan green shipping menjadi bagian penting dari strategi perusahaan dalam menjawab tantangan keberlanjutan di sektor energi dan maritim yang semakin kompleks.

“Melalui optimalisasi operasional dan pemanfaatan teknologi yang lebih efisien, kami tidak hanya menekan emisi, tetapi juga memastikan keandalan distribusi energi nasional tetap terjaga,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Green shipping sendiri merupakan upaya sistematis untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dan dampak lingkungan dari industri pelayaran. Pendekatan ini dilakukan melalui penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan, peningkatan efisiensi energi, serta adopsi teknologi hijau dalam operasional kapal.

Dalam implementasinya, perusahaan menerapkan berbagai strategi, mulai dari pengaturan kecepatan pelayaran, pemilihan rute yang lebih efisien, hingga penggunaan teknologi dan desain kapal yang mampu mengoptimalkan konsumsi energi. Pendekatan ini terbukti mampu menekan penggunaan bahan bakar sekaligus menurunkan emisi secara signifikan.

Tak hanya itu, pengelolaan energi juga dilakukan melalui sistem pemantauan terintegrasi yang memungkinkan evaluasi berkelanjutan terhadap performa operasional kapal. Dengan sistem ini, efisiensi energi dapat terus ditingkatkan secara konsisten dari waktu ke waktu.

Baca juga: Perkuat Akses Energi Nelayan di Pesisir, SPBUN Diresmikan di Aceh Selatan

Arif menambahkan, langkah tersebut diperkuat dengan praktik operasional berkelanjutan lainnya, seperti pemeliharaan badan kapal (hull performance maintenance) untuk mengurangi hambatan saat berlayar, serta pengelolaan limbah dan air kapal secara bertanggung jawab guna menjaga kelestarian ekosistem laut.

Melalui implementasi green shipping yang menyeluruh, PT Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi energi nasional sekaligus mendorong terciptanya sektor maritim yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved